ACEH TENGGARA, Agaranews.com – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas terus dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Tenggara. Salah satunya melalui pembagian stiker keselamatan sekaligus edukasi langsung kepada para pengguna jalan di Simpang Kenari, Kota Kutacane, Selasa (3/11/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 08.45 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Patuh Seulawah 2026. Dalam pelaksanaannya, kegiatan dipimpin Kanit Kamsel Satlantas bersama sejumlah personel Satlantas Polres Aceh Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah aktivitas lalu lintas masyarakat pada pagi hari, petugas turun langsung menyapa para pengendara yang melintas. Sambil membagikan stiker keselamatan, personel kepolisian juga menyampaikan pesan-pesan tertib berlalu lintas agar masyarakat semakin memahami pentingnya mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Pendekatan tersebut dilakukan secara humanis dan komunikatif. Polisi tidak hanya mengingatkan masyarakat mengenai aturan lalu lintas, tetapi juga mengajak setiap pengguna jalan membangun kebiasaan berkendara yang aman dan bertanggung jawab.
Bukan Sekadar Membagikan Stiker
Pembagian stiker keselamatan menjadi salah satu media untuk mendekatkan pesan kepolisian kepada masyarakat. Melalui pesan sederhana yang dapat dibaca dan diingat, diharapkan pengguna jalan semakin memperhatikan keselamatan ketika mengendarai kendaraan.
Dalam kesempatan itu, personel Satlantas mengingatkan pengendara agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan.
Khusus pengendara sepeda motor, petugas mengingatkan pentingnya menggunakan helm berstandar Nasional Indonesia (SNI), baik bagi pengemudi maupun penumpang.
Pengendara juga diminta tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, tidak melawan arus, tidak menerobos lampu lalu lintas, serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Petugas menegaskan bahwa setiap aturan lalu lintas memiliki tujuan untuk melindungi keselamatan masyarakat. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan seharusnya tumbuh dari kesadaran pribadi, bukan semata-mata karena adanya petugas yang melakukan pengawasan.
Keselamatan Menjadi Prioritas Operasi Patuh Seulawah
Operasi Patuh Seulawah 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Edukasi, sosialisasi, dan pendekatan persuasif juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Aceh Tenggara berharap masyarakat semakin memahami bahwa pelanggaran sekecil apa pun dapat menimbulkan risiko apabila dilakukan tanpa mempertimbangkan keselamatan.
Kecelakaan lalu lintas dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Oleh sebab itu, kedisiplinan saat berkendara harus menjadi kebiasaan yang diterapkan setiap hari, baik ketika menempuh perjalanan dekat maupun perjalanan jauh.
Kesadaran menggunakan helm, mematuhi rambu, menjaga kecepatan, dan menghormati sesama pengguna jalan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Kapolres Ajak Masyarakat Utamakan Keselamatan
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA., melalui Kasat Lantas menyampaikan bahwa edukasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan Operasi Patuh Seulawah 2026.
Menurutnya, peningkatan kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan menjadi salah satu upaya untuk menekan potensi pelanggaran serta mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menganggap aturan lalu lintas sebagai sesuatu yang membatasi aktivitas, melainkan sebagai pedoman untuk menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.
Satlantas Polres Aceh Tenggara juga akan terus mengintensifkan kegiatan edukasi, sosialisasi, dan imbauan keselamatan kepada masyarakat di berbagai titik wilayah hukum Polres Aceh Tenggara.
Melalui langkah tersebut, kepolisian berharap tercipta budaya berlalu lintas yang lebih disiplin, sehingga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) dapat terwujud.
Pada akhirnya, keselamatan di jalan raya bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Setiap pengendara, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya memiliki peran yang sama dalam menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman.
Sebab, satu pelanggaran dapat membawa risiko besar, sementara satu tindakan disiplin dapat menyelamatkan nyawa.
Ingat, keselamatan bukan sekadar imbauan. Tertib berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama.
Polisi Bersama Masyarakat: Melindungi, Mengayomi, dan Melayani. Ady

























