Tanah Karo, AgaraNews com // Pemandangan penuh kehangatan terlihat di Kantor Kejaksaan Negeri Karo, Rabu (04/11/2026). Pengurus Daerah Media Independen Online (PD MIO) Indonesia Kabupaten Karo datang bersilaturahmi, dan disambut dengan tangan terbuka penuh kekeluargaan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karo, Edmon N Purba, SH., MH, didampingi Kasi Intelijen, Dona Martinus Sebayang, SH., MH.
Bukan sekadar pertemuan formal, audiensi ini menjadi simbol bersatunya dua pilar demokrasi, Pers dan Penegak Hukum, yang sepakat bergandengan tangan demi satu tujuan mulia: menghadirkan keterbukaan informasi dan keadilan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Karo.
Ketua PD MIO Indonesia Kabupaten Karo, Jan Warista Ginting, dengan tulus menyampaikan harapannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami datang bukan hanya sebagai organisasi media, tapi sebagai putra daerah yang cinta Karo. Kami ingin menjadi mitra, menjadi jembatan suara rakyat. Kami siap menjadi mitra kritis yang membangun, mitra konstruktif bagi Kejari Karo untuk menyampaikan kebenaran kepada masyarakat,” ucap Jan Warista dengan penuh haru.
Komitmen itu diperkuat oleh Sekretaris PD MIO Karo, Junaidi Ginting, yang berjanji akan selalu menjaga marwah jurnalistik.
“Kami akan bekerja dengan hati, dengan kode etik, dan dengan profesionalisme. Karena kami tahu, satu berita yang benar bisa menyejukkan, bisa memberikan harapan bagi masyarakat yang mencari keadilan,” tuturnya.
Turut hadir dalam momen penuh makna tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal Natanael Meliala dan Penasehat Lia Hambali, yang menjadi saksi bisu lahirnya komitmen bersama tersebut.
Mendengar ketulusan itu, Kajari Karo, Edmon N Purba, SH., MH, menyambutnya dengan hati yang sama terbukanya.
“Terima kasih sudah datang ke rumah kami. Kami di Kejaksaan tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh Pers. Pers adalah mitra strategis kami, mata dan telinga kami untuk melihat apa yang dirasakan masyarakat. Pintu kami selalu terbuka untuk MIO Indonesia. Selama kita berpegang pada fakta dan kebenaran, mari kita kawal keadilan ini bersama-sama untuk masyarakat Karo,” kata Edmon dengan nada penuh ketulusan.
Hal senada disampaikan Kasi Intel, Dona Martinus Sebayang, SH., MH, yang berharap komunikasi ini tidak pernah putus.
“Jangan ada jarak antara kita. Kalau ada yang belum jelas, tanyakan langsung kepada kami. Mari kita hilangkan kesalahpahaman dengan komunikasi yang jujur dan terbuka. Semua ini demi masyarakat Karo yang kita cintai bersama,” ujar Dona.
Pertemuan pun ditutup dengan foto bersama, bukan hanya sekadar dokumentasi, melainkan potret awal dari sebuah harapan besar: bahwa ketika Pers dan Kejaksaan bersatu, maka keadilan tidak lagi menjadi angan-angan, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan oleh seluruh rakyat.
“Sebab keadilan yang terbuka adalah hak setiap warga Karo.”(Lia Hambali)

























