Simalungun, AgaraNews.com.– Satlantas Polres Simalungun Polda Sumatera Utara terus menunjukkan komitmen sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kali ini, Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Friska Susana Suardi, S.H., menggelar rapat koordinasi dan temu ramah tentang tertib berlalu lintas, disertai pelatihan safety riding dan safety driving, bersama jajaran PT Aice Sumatera Industry di Sei Mangkei, Kamis (05/11/2026).
Kegiatan berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai di gedung PT Aice Sumatera Industry, produsen es krim merek Aice, di Sei Mangkei. Lokasi tersebut masuk wilayah hukum Polsek Bosar Maligas, Polres Simalungun. Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Patuh Toba 2026.
Dalam kegiatan itu, AKP Friska Susana memberikan arahan tentang tertib berlalu lintas kepada para karyawan dan perwakilan perusahaan. Ia didampingi sejumlah personel, yakni Ipda Ganda M. A. Damanik, S.H., Ipda Andri Asih Saragih, S.H., dan Brigadir Trihadi Syahputra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada hari yang sama sekira pukul 17.40 WIB, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata Polri dalam melayani masyarakat secara berintegritas dan humanis. “Ini wujud Polisi bersama masyarakat, yang melindungi, mengayomi, dan melayani,” ujarnya.
Menurut AKP Verry, kegiatan tersebut menghasilkan sejumlah capaian. Sosialisasi tertib berlalu lintas dalam Operasi Patuh Toba terlaksana, dan sinergitas serta kemitraan antara Polri dan perusahaan semakin terbangun. Komunikasi dua arah juga tercipta sebagai sarana menyampaikan informasi, aspirasi, saran, dan masukan terkait tertib berlalu lintas. Selain itu, tumbuh komitmen bersama tentang tertib berlalu lintas dan safety riding.
Operasi Patuh Toba 2026 kini telah memasuki hari ke-11. Kasat Lantas mengungkapkan, selama itu angka kecelakaan lalu lintas turun 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Selama 11 hari pelaksanaan operasi, terjadi penurunan kecelakaan lalu lintas sebanyak 30 persen dibanding hari ke-11 tahun lalu. Masih ada tiga hari lagi, dan kami mengimbau masyarakat bersama-sama mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan,” ucap AKP Friska Susana.
Sepanjang operasi, Satlantas telah menjalankan berbagai kegiatan. Di antaranya penyuluhan tertib berlalu lintas melalui Radio CAS FM, program Goes to School, serta sosialisasi kepada pengemudi ojek online dan sopir angkutan umum. Satlantas juga menggelar kampanye keselamatan penggunaan helm SNI dengan membagikan helm gratis, cokelat, dan bunga kepada pengguna jalan.
Di sisi penindakan, petugas mengedepankan teguran dan edukasi kepada pelanggar. Pemeriksaan visual kendaraan dilakukan di jalur rawan kecelakaan, yaitu lintas Sumatera Utara ruas Siantar–Parapat. Petugas juga mensurvei kondisi rambu, marka, penerangan, genangan, dan lubang jalan, serta memasang rambu sementara dan plang imbauan berkendara. Personel ditempatkan di titik rawan (black spot) untuk pengaturan, penjagaan, dan patroli pada jam-jam rawan kecelakaan.
Menjelaskan tujuan operasi, AKP Friska Susana mengatakan Operasi Patuh Toba 2026 bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Targetnya adalah terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).
Ia menegaskan, keberhasilan operasi tidak diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak. “Keberhasilan diukur dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk patuh aturan, memakai perlengkapan keselamatan, dan mengutamakan keselamatan diri sendiri serta pengguna jalan lain,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk menggunakan helm SNI bagi pengendara sepeda motor dan sabuk keselamatan bagi pengemudi serta penumpang mobil. Pengguna jalan juga diminta tidak bermain ponsel saat berkendara, tidak berkendara dalam pengaruh alkohol, dan tidak melawan arus.
“Harapan kami, masyarakat semakin disiplin dan sadar bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama,” ujar AKP Friska Susana.
Ia menambahkan, Satlantas Polres Simalungun akan terus mengedepankan langkah edukatif, preventif, dan persuasif, disertai penegakan hukum yang profesional terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan pengguna jalan. Dengan begitu, Operasi Patuh Toba 2026 diharapkan menjadi momentum membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Polres Simalungun Polda Sumatera Utara pun berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui pendekatan yang berintegritas, humanis, dan berorientasi pada keselamatan bersama.(Joe/Lia Hambali)

























