Medan, AgaraNews.com // Warga miskin mengadu ke Ketua DPRD Medan ini menjadi bukti, persoalan bansos di Kota Medan benar-benar dirasakan warga. Mereka mengaku bansosnya diputus dan susah bertahan hidup di Kota Medan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga yang datang mengadu tersebut meminta Ketua DPRD Medan untuk menindaklanjuti keluhan mereka ke Dinas Sosial Kota Medan.
“Bansos diputus, warga miskin ngadu ke Ketua DPRD Medan, ngaku susah bertahan hidup di Kota Medan. Ini bukan cerita satu dua orang, ini keluhan banyak warga,” ujar Rahmadsyah, Aktivis yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sumatera Utara, Jumat (6/11/2026).
Rahmadsyah menyebut, banyak warga yang namanya tiba-tiba hilang dari daftar penerima bansos tanpa penjelasan yang jelas dari Dinas Sosial.
“Kalau warga yang benar-benar miskin malah diputus bansosnya, sementara yang mampu masih dapat, berarti ada yang salah dengan pendataan Dinsos. Ini harus diaudit dan dibuka datanya!” tegasnya.
Selain soal bansos, Rahmadsyah juga menyoroti persoalan anak jalanan yang dinilai tidak ada terobosan.
“Lama menjabat dan tidak ada terobosan atasi anak jalanan, Rico Waas diminta copot Khairuddin dari Kadis Sosial Kota Medan,” ujarnya.
Menurutnya, anak jalanan di lampu merah, pasar, dan pusat keramaian semakin marak tanpa solusi yang jelas.
“Bukan hanya razia lalu dilepas lagi. Harus ada pembinaan, ada rumah singgah yang berfungsi, ada pelatihan keterampilan. Itu yang tidak terlihat sampai sekarang,” katanya.
Ia meminta Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas untuk mengevaluasi total kinerja Dinas Sosial Kota Medan dan berani mencopot Khairuddin jika dinilai tidak mampu.
“Kami tidak membenci orangnya! Kami meminta evaluasi jabatannya! Kalau sudah lama menjabat tapi bansos bermasalah dan anak jalanan tidak teratasi, sudah saatnya diganti,” tutupnya.(Lia Hambali)
_#CopotKadisSosialMedan #SelamatkanAnakJalanan #AuditBansosMedan #EvaluasiDinsosMedan_
_Kontak Narasumber:_
Pitri NST – Aliansi Wartawan Sumatera Utara

























