ACEH TENGGARA – Agaranews.com// Sejumlah personel Polres Aceh Tenggara mulai disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026. Pengamanan diperkuat dengan pengecekan personel melalui apel gelar pasukan sebelum mereka diterjunkan ke sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).
Apel gelar pasukan tersebut dipimpin langsung Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA., di Lapangan Apel Mapolres Aceh Tenggara, Jumat (6/11/2026).
Barisan personel tampak mengikuti rangkaian apel sebagai bagian dari pengecekan kesiapan akhir sebelum menjalankan tugas pengamanan di wilayah masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelepasan personel ini menjadi salah satu langkah Polres Aceh Tenggara untuk memastikan seluruh unsur pengamanan memahami tugas dan tanggung jawabnya selama tahapan pemungutan suara berlangsung.
Kapolres menekankan bahwa pengamanan Pilkades tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan di sekitar TPS. Personel juga dituntut mampu membaca situasi, mencegah potensi gangguan sejak dini, serta menjaga agar seluruh tahapan pemilihan berjalan aman dan tertib.
Dalam arahannya, Rujiyanto meminta seluruh personel menjaga netralitas dan profesionalisme selama melaksanakan pengamanan.
Menurut dia, polisi harus berdiri di tengah dan tidak menunjukkan keberpihakan kepada calon kepala desa maupun kelompok tertentu.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Jaga netralitas dan jangan berpihak kepada calon mana pun. Kehadiran kita harus memberikan rasa aman agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan bebas dan nyaman,” tegas Rujiyanto.
Polisi Diminta Pahami Karakteristik Wilayah
Selain menjaga netralitas, personel juga diminta memahami karakteristik wilayah tempat mereka ditugaskan.
Hal itu dinilai penting karena setiap desa memiliki kondisi sosial dan dinamika masyarakat yang berbeda. Karena itu, personel di lapangan diminta tidak hanya mengandalkan pola pengamanan secara umum, tetapi juga aktif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.
Kapolres menginstruksikan personel untuk menjalin koordinasi dengan panitia Pilkades, TNI, pemerintah desa, serta unsur terkait lainnya.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat muncul selama proses pemungutan hingga tahapan setelah pemungutan suara.
Personel juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi atau potensi gangguan keamanan.
“Kenali wilayah dan lingkungan tempat saudara bertugas. Bangun komunikasi yang baik dengan panitia, TNI, dan seluruh pihak terkait. Jika menemukan potensi gangguan, segera laporkan dan lakukan langkah sesuai prosedur,” ujar Kapolres.
Kedepankan Pendekatan Humanis
Dalam pengamanan pesta demokrasi di tingkat desa tersebut, polisi juga diminta mengedepankan pendekatan humanis.
Kehadiran aparat di sekitar TPS diharapkan bukan justru menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Sebaliknya, personel harus mampu memberikan rasa aman kepada warga yang datang menggunakan hak pilihnya.
Kapolres mengingatkan personel agar tetap tenang dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan. Setiap persoalan diminta diselesaikan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sikap disiplin, kekompakan, komunikasi dan kemampuan mengendalikan situasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas tersebut.
“Jaga kekompakan, disiplin dan profesionalisme. Jangan mudah terpancing oleh situasi yang berkembang. Utamakan komunikasi dan tindakan yang terukur,” pesan Rujiyanto kepada personel.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan Pilkades tidak semata-mata dilihat dari tidak adanya kejadian menonjol. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari sejauh mana masyarakat merasa aman ketika datang ke TPS dan menjalankan hak politiknya.
Pastikan Pilkades Berjalan Aman dan Kondusif
Pilkades menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat desa untuk menentukan pemimpin mereka. Karena itu, keamanan selama proses pemilihan menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat dapat memberikan pilihan tanpa tekanan maupun gangguan.
Polres Aceh Tenggara menyatakan siap melakukan pengamanan sesuai tugas dan kewenangan yang diberikan.
Personel yang telah dilepas akan menjalankan pengamanan sesuai pembagian wilayah masing-masing, sekaligus melakukan koordinasi dengan unsur terkait untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Dengan kesiapan tersebut, Polres Aceh Tenggara berkomitmen mengawal seluruh rangkaian Pilkades serentak 2026 agar berlangsung aman, tertib, damai dan kondusif.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memastikan pesta demokrasi tingkat desa berlangsung dengan suasana yang aman, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya secara bebas dan bertanggung jawab.
Polisi bersama masyarakat: melindungi, mengayomi dan melayani.
(Ady)

























