BNPB Dinilai Gagal Total di Gayo Lues, Jembatan Gantung Desa Pasir Putus dan Warga Harus Tarik Jenazah Pakai Tali di Tengah Banjir

AGARA NEWS

- Redaksi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19 WIB

50103 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses vital warga Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, putus diterjang banjir dan dibiarkan tanpa penanganan. Akibatnya, warga terpaksa menyeberangkan jenazah dengan perahu karet di tengah arus sungai yang meluap.

Peristiwa memilukan itu terekam dalam video kiriman warga pada Jumat, 31 Oktober 2026, dikutip dari video warga dan tautan Facebook Reel. Dalam rekaman tersebut, belasan warga terlihat menggotong keranda yang dibungkus kain batik, berjalan menembus banjir setinggi dada orang dewasa menuju pemakaman umum Kampung Pasir yang berada di seberang sungai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena jembatan gantung putus, jenazah harus dipindahkan ke atas perahu karet oranye yang kemudian ditarik manual menggunakan tali oleh warga yang berendam dan berenang melawan arus keruh berwarna cokelat. Tidak ada jembatan darurat, tidak ada perahu bermotor, hanya tenaga manusia yang dipertaruhkan.

Fakta ini menegaskan kelambanan penanganan yang tidak bisa lagi ditutupi. Jembatan gantung di Desa Pasir itu bukan putus hari ini. Warga menyebut jembatan tersebut telah putus sejak banjir besar melanda kawasan Tripe Jaya beberapa waktu lalu dan hingga 31 Oktober 2026 tidak ada satu pun langkah permanen yang dilakukan.

Di sinilah kritik keras harus diarahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana. BNPB sebagai lembaga yang memiliki anggaran besar, personel, dan kewenangan untuk penanganan darurat, dinilai gagal hadir cepat di Gayo Lues. Ke mana peringatan dini, ke mana jembatan bailey, ke mana jembatan gantung darurat yang seharusnya bisa dipasang dalam hitungan hari? Yang sampai di Desa Pasir hanya satu perahu karet bantuan dari pemerintah daerah yang harus didorong belasan orang.

Pola penanganan BNPB yang lamban dan birokratis kembali terulang. Bencana diumumkan, status tanggap darurat ditetapkan, konferensi pers digelar di Jakarta, tetapi di lapangan warga Desa Pasir harus berjuang sendiri untuk menguburkan jenazah. Ini bukan soal medan yang sulit, ini soal prioritas yang salah. Jika untuk membangun jembatan gantung darurat sepanjang puluhan meter saja butuh waktu berminggu-minggu, lalu untuk apa BNPB ada?

Warga Tripe Jaya kini tidak hanya kehilangan akses, mereka kehilangan rasa aman. Anak sekolah, ibu hamil, petani yang membawa hasil panen, semua harus mempertaruhkan nyawa setiap hari menyeberang sungai yang sama. Dan pada 31 Oktober 2026, bahkan orang yang sudah meninggal pun harus ikut merasakan lambannya negara.

Warga menyampaikan pesan yang menyayat hati, semoga jenazah berikutnya sudah ada alat penyeberangan. Pesan itu seharusnya menjadi tamparan keras bagi BNPB dan pemerintah pusat. Jangan biarkan Desa Pasir terus terisolasi hanya karena jembatan gantung yang tak kunjung diperbaiki.

(RED)

Berita Terkait

Anggota DPRK Gayo Lues Ibnu Hasyim Sampaikan Pentingnya Keterlibatan Tenaga Ahli dalam Penanganan Sungai Teripe dari Kampung Badak hingga Blangjerango
Prospek Budidaya Nilam Menjanjikan, Ibrahim Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Aceh Tenggara
Anggota DPRK Abdussalam Desak Bupati Gayo Lues Evaluasi Distanbun, Empat Juta Bibit Kopi GERETEK Terancam Jadi Program Gagal Tanpa Realisasi
Sudah Hampir Setahun Pasca Bencana BNPB Pusat Belum Bayarkan Sewa Alat Ke Pengusaha Lokal di Gayo Lues
Tim Wasev Kunjungi Lokasi TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0113/Gayo Lues
Terpilih Secara Aklamasi, Deddy Yopiansyah Siap Kibarkan Panji Golkar Hingga Pelosok Kampung di Gayo Lues
Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah
Satreskrim Polres Gayo Lues Tangkap Terduga Pelaku Penimbunan BBM Bersubsidi

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 16:09 WIB

Sengkarut BBM Subsidi Program MBG Di Madina. HMI Desak DPRD Gelar RDP, Kapolres Diminta Bongkar Sisi Gelap SPPG Bukit Malintang

Minggu, 1 November 2026 - 16:04 WIB

Sigap Tanggap Darurat, Kapolsek Dolok Pardamean Pimpin Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Poro-Poro hingga Jenazah Ditemukan

Minggu, 1 November 2026 - 15:44 WIB

Jelang Hari Jadi ke-3, Pujaketarub Nasional Gelar Rapat Besar

Minggu, 1 November 2026 - 15:19 WIB

Respons Cepat Tangani Dampak Banjir, Pemkab Karo Bersama TNI dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Lau Baleng

Minggu, 1 November 2026 - 15:06 WIB

Gus Kikin Ajak Masyarakat Jaga Sukoharjo Tetap Kondusif dan Tak Terprovokasi

Minggu, 1 November 2026 - 14:52 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Babinsa Pantau Ibadah Minggu di GPSI Kristus Gembala

Minggu, 1 November 2026 - 14:46 WIB

Sederhana tetapi Bermakna,..!!! Babinsa Koramil 03/Parongil Temani Warga Mengupas Pinang

Minggu, 1 November 2026 - 14:43 WIB

Jangan Tunggu Bencana Datang! Babinsa Koramil 03/Parongil Ingatkan Warga Waspada

Berita Terbaru

HEADLINE

Jelang Hari Jadi ke-3, Pujaketarub Nasional Gelar Rapat Besar

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:44 WIB