Prospek Budidaya Nilam Menjanjikan, Ibrahim Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Aceh Tenggara

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Minggu, 1 November 2026 - 06:05 WIB

5095 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA, Agaranews– Budidaya tanaman nilam dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara. Dengan harga minyak nilam yang saat ini mencapai Rp1,85 juta per kilogram, komoditas tersebut berpotensi menjadi salah satu sumber pendapatan unggulan bagi masyarakat, khususnya para petani.

Ibrahim, salah seorang pemilik usaha penyulingan minyak nilam yang berlokasi di Desa Sebudi Jaya, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara, mengatakan bahwa potensi ekonomi dari budidaya nilam cukup besar, bahkan dapat dikembangkan oleh masyarakat yang memiliki lahan pertanian terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ibrahim, lahan seluas satu suhi atau sekitar seperempat hektare berpotensi menghasilkan 20 hingga 50 kilogram minyak nilam dalam satu kali panen.

“Kalau harga minyak nilam saat ini mencapai Rp1,85 juta per kilogram, hasil dari lahan seperempat hektare bisa bernilai sekitar Rp37 juta hingga Rp92,5 juta dalam satu kali panen,” ungkap Ibrahim.

Ia menilai, apabila dikelola dengan baik, tanaman nilam dapat menjadi alternatif sumber pendapatan masyarakat. Namun, hasil tersebut tetap bergantung pada produktivitas tanaman, kondisi lahan, biaya produksi, serta harga jual saat panen.

Ibrahim menjelaskan, dalam satu kali proses penyulingan dibutuhkan sekitar 40 hingga 45 kilogram bahan baku nilam untuk satu ketel atau drum. Proses penyulingan berlangsung selama kurang lebih lima hingga enam jam, dengan hasil minyak berkisar 800 gram hingga 1,5 kilogram, bergantung pada kualitas dan kondisi bahan baku.

Saat ini, Ibrahim memiliki dua unit alat penyulingan. Dengan fasilitas tersebut, ia mengaku mampu melakukan penyulingan hingga tiga kali dalam sehari.

Usaha penyulingan miliknya tidak hanya dimanfaatkan oleh warga sekitar Desa Sebudi Jaya. Menurut Ibrahim, masyarakat dari sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara juga datang ke tempatnya untuk melakukan penyulingan nilam.

Hal tersebut menunjukkan adanya aktivitas ekonomi masyarakat yang tumbuh di sekitar komoditas nilam, mulai dari budidaya tanaman, penyediaan bahan baku, hingga pengolahan menjadi minyak yang memiliki nilai jual.

Selain nilai jualnya yang tinggi, Ibrahim menilai tanaman nilam memiliki keunggulan karena dapat dikembangkan dengan sistem tumpang sari, sehingga masyarakat tidak harus selalu menyediakan lahan khusus untuk membudidayakannya.

Menurutnya, tanaman nilam dapat ditanam di sela-sela tanaman kakao, jagung, maupun perkebunan kelapa sawit dengan memperhatikan kondisi lahan, pencahayaan, dan teknik budidaya yang sesuai. Bahkan, masyarakat juga dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam nilam.

Dengan pola tersebut, petani berpeluang memanfaatkan lahan yang sudah dimiliki secara lebih optimal dan menjadikan nilam sebagai tanaman tambahan yang dapat menghasilkan pendapatan.

“Menurut saya, tanaman nilam ini sangat menjanjikan untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Bisa ditanam di sela-sela kakao, jagung, sawit, bahkan di pekarangan rumah. Jadi, masyarakat tidak harus memiliki lahan yang luas untuk mulai membudidayakannya,” jelas Ibrahim.

Ibrahim berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dapat memberikan perhatian terhadap pengembangan budidaya nilam sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan yang diharapkannya antara lain penyediaan bibit nilam berkualitas, sosialisasi mengenai teknik budidaya dan pengolahan, serta pendampingan kepada petani agar mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Ia juga berharap pemerintah dapat mendorong pengembangan usaha penyulingan serta membuka akses informasi pasar bagi petani, sehingga masyarakat tidak hanya mampu memproduksi bahan baku, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari hasil pertanian mereka.

Menurutnya, dukungan tersebut penting agar potensi nilam dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Aceh Tenggara.

Di balik potensi tersebut, Ibrahim mengungkapkan bahwa salah satu kendala dalam proses penyulingan adalah ketersediaan bahan bakar.

Selama ini, ia memanfaatkan kayu dan tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan bakar untuk menjalankan proses penyulingan. Ia juga mempertimbangkan penggunaan oli bekas sebagai alternatif bahan bakar, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan dampak lingkungan.

Kendala tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan usaha penyulingan, mengingat kebutuhan energi berpengaruh terhadap kelancaran produksi dan biaya operasional.

Bagi Ibrahim, pengembangan tanaman nilam bukan sekadar peluang usaha, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi pertanian lokal sebagai sumber penghasilan.

Dengan dukungan pemerintah, peningkatan keterampilan petani, ketersediaan bahan baku, serta akses pasar yang memadai, budidaya nilam diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara.

( SAIPULLAH)

Berita Terkait

Air Bersih Kini Lebih Dekat, Satgas TMMD ke-130 Tuntaskan Sumur Bor di GPDI Panjaratan
Sumur Bor GPDI Sion Panjaratan Rampung 100 Persen, TMMD ke-130 Hadirkan Akses Air Bersih bagi Jemaat
Negara Hadir hingga Pelosok Desa! Satgas TMMD ke-130 Tuntaskan Lima Fasilitas MCK
Lima MCK Rampung 100 Persen, Bukti Kepedulian Satgas TMMD ke-130 terhadap Kesehatan Warga
Sasaran Nonfisik Rampung, TMMD ke-130 Dorong Peningkatan Kualitas SDM Desa
Tak Hanya Bangun Jalan, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Tuntaskan Lima Fasilitas MCK untuk Warga
Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-Rakyat, Delapan Program TMMD Tuntas 100 Persen
Negara Hadir untuk Rakyat! Satgas TMMD ke-130 Terus Berjuang Bangun Jalan Sibongkaras

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 08:04 WIB

Air Bersih Kini Lebih Dekat, Satgas TMMD ke-130 Tuntaskan Sumur Bor di GPDI Panjaratan

Minggu, 1 November 2026 - 07:58 WIB

Sumur Bor GPDI Sion Panjaratan Rampung 100 Persen, TMMD ke-130 Hadirkan Akses Air Bersih bagi Jemaat

Minggu, 1 November 2026 - 07:54 WIB

Negara Hadir hingga Pelosok Desa! Satgas TMMD ke-130 Tuntaskan Lima Fasilitas MCK

Minggu, 1 November 2026 - 07:48 WIB

Lima MCK Rampung 100 Persen, Bukti Kepedulian Satgas TMMD ke-130 terhadap Kesehatan Warga

Minggu, 1 November 2026 - 07:44 WIB

Sasaran Nonfisik Rampung, TMMD ke-130 Dorong Peningkatan Kualitas SDM Desa

Minggu, 1 November 2026 - 07:36 WIB

Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-Rakyat, Delapan Program TMMD Tuntas 100 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 07:31 WIB

Negara Hadir untuk Rakyat! Satgas TMMD ke-130 Terus Berjuang Bangun Jalan Sibongkaras

Minggu, 1 November 2026 - 07:27 WIB

Kodim 0206/Dairi Percepat Pembangunan Infrastruktur Jalan Penghubung Kuta Tinggi–Sibongkaras

Berita Terbaru