Jakarta, AgaraNews. Com // Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan yang digelar di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Pertanian, Jakarta Selatan, pada Senin, 22 September 2025. Rakor ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Hilirisasi komoditas perkebunan bertujuan meningkatkan nilai tambah perkebunan dan kesejahteraan masyarakat. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat sektor pertanian sebagai pilar ketahananpangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hilirisasi akan difokuskan pada beberapa komoditas prioritas, antara lain :
– *Tebu*
– *Kelapa*
– *Kelapa sawit*
– *Kakao*
– *Kopi*
– *Karet*
– *Jambu mete*
– *Lada*
Kementerian Pertanian telah mendapatkan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) sekitar Rp10 triliun untuk tahun 2025 hingga dua tahun ke depan. Dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan benih bagi 800.000 hektare lahan dan program peremajaan tanaman perkebunan.
Pemerintah menargetkan beberapa hal dalam program hilirisasi ini, yaitu:
– *Penyerapan tenaga kerja*: 1,6 juta orang
– *Peningkatan PDRB pertanian*: 1,02 persen
– *Kontribusi terhadap PDRB nasional*: 0,14 persen
Bupati Karo mengusulkan agar Kabupaten Karo ditetapkan sebagai salah satu lokus prioritas pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan. Usulan tersebut disambut positif oleh Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian. Pemkab Karo selanjutnya akan menindaklanjuti dengan melengkapi persyaratan administrasi maupun teknis sesuai ketentuan Kementerian Pertanian. ( Lia Hambali)


































