Pecah Bintang, Agustatius Sitepu Naik Pangkat Jadi Brigjen TNI: Dari Anak Petani Kaki Gunung Sinabung ke Jenderal

Hidayat Desky

- Redaksi

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 13:07 WIB

501,872 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta, Brekingnews// agaranews.com.online — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kembali melakukan mutasi besar-besaran di tubuh Tentara Nasional Indonesia melalui Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1334/IX/2025. Salinan keputusan yang ditandatangani Kepala Setum TNI Brigjen Adek Chandra pada 30 September 2025 itu menetapkan sejumlah perwira menengah naik pangkat dan menempati jabatan baru.

 

“Bahwa dalam rangka pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan baru di lingkungan Tentara Nasional Indonesia perlu menetapkan Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia,” demikian bunyi keputusan tersebut dikutip dari RMOL, Jakarta, Selasa (14/10/2025) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dari keputusan tersebut, sebanyak 48 kolonel TNI AD resmi pecah bintang alias naik pangkat menjadi brigadir jenderal (bintang satu). Salah satunya adalah Agustatius Sitepu, yang sebelumnya menjabat Pamen Denmabesad, kini dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Direktur Latihan (Dirlat) Kodiklat TNI, menggantikan Brigjen TNI Rudi Hermawan yang mendapat amanah baru sebagai Kasdam XIX/Tuanku Tambusai.

 

Terlahir pada 3 Agustus 1975, Agustatius Sitepu merupakan putra bungsu dari lima bersaudara pasangan petani sederhana asal Desa Sigarang-garang, kaki Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara.

 

Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1997 ini mengawali karier militernya di Infanteri Kostrad. Di tengah kesibukan tugas negara, ia tetap dikenal sebagai pribadi rendah hati dan dekat dengan masyarakat akar rumput. Agustatius menikah dengan Ester Rehulina Sembiring dan dikaruniai dua anak: Gricella Clara Ibrena Sitepu dan Louis Alexander Sitepu.

 

Berbagai jabatan penting pernah diembannya di lingkungan TNI AD, di antaranya:

 

Kasi Ops Korem 161/Wirasakti Kodam IX/Udayana

 

Dandim 0205/Tanah Karo

 

Asops Kasdam XIV/Hasanuddin

 

Danbrigif 7/Rimba Raya

 

Kasrem 022/PT Dam I/Bukit Barisan

 

Danrem 022/PT Dam I/Bukit Barisan

 

Selama pengabdiannya, Agustatius juga menerima banyak penghargaan atas dedikasi dan prestasi luar biasa. Di antaranya:

 

Satgas Terbaik Pamtas Darat RI–Malaysia (2015) dari Pangkoops

 

Penghargaan Penanganan Bentrokan Massa (2016) dari Pangdam I/BB

 

Apresiasi Penanganan Kerusuhan Wilayah Tanah Karo (2017) dari Kasad

 

Tak hanya berprestasi di bidang militer, Agustatius Sitepu juga seorang akademisi dan seniman. Pada April 2024, ia sukses meraih gelar Doktor (S3) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU). Disertasinya berjudul “Studi Peran Kodim 0204/Tanah Karo dalam Penanggulangan Bencana Alam Erupsi Gunung Sinabung” mendapat apresiasi tinggi karena relevan dengan pengalaman langsungnya di lapangan.

 

Menariknya, Agustatius juga dikenal luas sebagai pencipta lagu dan musisi. Karya-karyanya tak hanya bernuansa nasionalis, tetapi juga mengangkat kearifan budaya Tanah Karo. Beberapa lagunya yang populer antara lain:

“Pesan dari Perbatasan”, “Merah Putih Berkibar”, “Mars Bersama Rakyat TNI Kuat”, “Pahlawanku”, “Taneh Karo Kuta Kemulihen”, “Pedah Nande”, hingga “Uekenndu Rancangan Tuhan.”

 

Kisah perjalanan hidup Brigjen TNI Agustatius Sitepu menjadi inspirasi nyata tentang arti kegigihan dan kerja keras. Dari seorang anak petani di lereng Sinabung, kini ia menyandang pangkat jenderal bintang satu di pundaknya.

 

“Anak seorang petani bisa menjadi tentara, asalkan mau bekerja keras, tekun, dan pantang menyerah. Saya buktikan sendiri, dari anak petani kini saya bisa menjadi perwira TNI,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.

 

Perjalanan hidup Agustatius Sitepu bukan hanya cerita sukses pribadi, tetapi juga simbol harapan bagi generasi muda Indonesia bahwa asal memiliki tekad dan disiplin, tidak ada mimpi yang mustahil dicapai.

 

Sumber: RMOL, USU.ac.id, dan berbagai sumber lain.

Berita Terkait

Gugatan Informasi Desa: Komisi Informasi Aceh Sidangkan 9 Desa kabupaten aceh tenggara dalam Satu Hari
Ketua Lsm Kaliber Minta Polres Agara Lidik Dana Bos SD Negeri 1 Parsauran Pardomuan Aceh Tenggara
Gerakan Serentak “MIRU BERGEMA” Digelar, Distrik Mimika Baru Fokus Berantas Malaria di Kebun Sirih
TUMBUHKAN JIWA NASIONALISME DAN PATRIOTISME BABINSA LAKSANAKAN KEGIATAN WASBANG
Babinsa Koramil 03 Senagan Timur komsos dengan warga desa binaan
Babinsa Gotong Royong Bersihkan Jalan, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat
Jalin silaturahmi Babinsa Koramil 04 Beutong pertebal komunikasi sosial kepada Warganya
Hari Bumi 2026 dan Ironi Galian C di Kabupaten Mojokerto

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:14 WIB

Gugatan Informasi Desa: Komisi Informasi Aceh Sidangkan 9 Desa kabupaten aceh tenggara dalam Satu Hari

Jumat, 24 April 2026 - 14:08 WIB

Ketua Lsm Kaliber Minta Polres Agara Lidik Dana Bos SD Negeri 1 Parsauran Pardomuan Aceh Tenggara

Jumat, 24 April 2026 - 12:59 WIB

Gerakan Serentak “MIRU BERGEMA” Digelar, Distrik Mimika Baru Fokus Berantas Malaria di Kebun Sirih

Jumat, 24 April 2026 - 12:18 WIB

TUMBUHKAN JIWA NASIONALISME DAN PATRIOTISME BABINSA LAKSANAKAN KEGIATAN WASBANG

Jumat, 24 April 2026 - 12:15 WIB

Babinsa Koramil 03 Senagan Timur komsos dengan warga desa binaan

Jumat, 24 April 2026 - 12:06 WIB

Jalin silaturahmi Babinsa Koramil 04 Beutong pertebal komunikasi sosial kepada Warganya

Jumat, 24 April 2026 - 11:52 WIB

Hari Bumi 2026 dan Ironi Galian C di Kabupaten Mojokerto

Jumat, 24 April 2026 - 11:47 WIB

Hijaukan Gresik, Yayasan Kemala Bhayangkari Tanam Puluhan Pohon Produktif di Asrama Randuagung

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Babinsa Koramil 03 Senagan Timur komsos dengan warga desa binaan

Jumat, 24 Apr 2026 - 12:15 WIB