Kutacane — agaranews.Com, online// Suasana haru menyelimuti Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, setelah jenazah salah satu korban banjir bandang berhasil dievakuasi pada Jumat (28/11/2025). Di tengah keterbatasan akses yang terputus total akibat ambruknya jalan dan jembatan, Ny. Nurjannah Pasaribu bersama Irawati Hilal dan Camat Darul Hasanah Hayadun turun langsung untuk melepas sambut jenazah tersebut kepada keluarga.
Akses menuju desa harus ditempuh dengan jalur darurat karena jalan utama tidak dapat dilalui kendaraan. Kondisi tersebut membuat proses pengantaran jenazah menjadi penuh tantangan, namun dengan kerja sama masyarakat, aparat kecamatan, dan pemerintah daerah, jenazah berhasil dibawa hingga tiba di rumah duka.
Setibanya di Lawe Pinis, Ny Nurjanah Pakhri dan Irawati Hilal disambut keluarga korban yang tampak menahan tangis. Suasana duka begitu terasa ketika jenazah dipindahkan dari tandu darurat menuju rumah keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ny. Nurjannah Pasaribu terlihat memeluk keluarga korban, memberikan kekuatan dan ketabahan. Sementara itu, Irawati Hilal membantu proses serah terima dan memastikan keluarga menerima perhatian penuh dari pemerintah daerah.
Camat Darul Hasanah juga turut memandu prosesi dengan sigap, memastikan seluruh rangkaian berjalan tertib meski akses desa sangat sulit.
Di momen itu, Ny Nurjanah Pakhri menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
> “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami sangat berduka atas kehilangan ini. Walau akses sulit, kami pastikan pemerintah hadir dan bersama masyarakat. Semoga keluarga diberikan kekuatan,” ucap Ny. Nurjannah Pasaribu.
Irawati Hilal menambahkan bahwa persoalan terputusnya akses sudah menjadi perhatian serius dan sedang dikoordinasikan untuk penanganan cepat.

> “Kami akan mengupayakan jalur bisa dibuka secepat mungkin agar bantuan dan evakuasi dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Kehadiran dua tokoh perempuan penting Aceh Tenggara di tengah situasi sulit ini mendapat apresiasi besar dari warga. Banyak yang tidak menyangka Ny Nurjanah Pakhri dan Irawati Hilal datang langsung ke desa yang terisolir untuk mengantar jenazah hingga ke keluarga.
“Terima kasih atas perhatian Ibu Nurjanah Pakhri dan Ibu Irawati Hilal. Ini benar-benar meringankan hati kami yang sedang berduka,” ucap seorang kerabat korban.
Hingga malam ini, sejumlah wilayah di Aceh Tenggara masih terisolir akibat banjir bandang. Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus melakukan evakuasi, penyaluran logistik, dan pencarian korban yang belum ditemukan.

Pemerintah Aceh Tenggara menegaskan akan terus berada di garis depan untuk membantu masyarakat hingga kondisi kembali pulih. Ady Gegoyong


































