Kepahiang – Bengkulu, AgaraNews.com // Musibah tanah longsor terjadi di Kelurahan Padang Lekat, RT 17 RW 03, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, pada Jumat, 2 Januari, bertepatan dengan awal tahun baru. Peristiwa tersebut terjadi menjelang waktu magrib, setelah wilayah setempat diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Longsor itu berdampak langsung pada salah satu rumah warga yang berada di kawasan rawan. Material tanah menimbun sebagian bangunan rumah dan menyebabkan kerusakan cukup parah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Ketua RT 17 Parlan menyampaikan bahwa kejadian ini merupakan bencana alam murni akibat kondisi tanah yang labil setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Ini murni bencana alam. Longsor terjadi menjelang magrib setelah hujan deras,” ujarnya.
Pasca kejadian, warga sekitar menunjukkan jiwa kemanusiaan dan semangat gotong royong yang tinggi. Warga bersama-sama mengevakuasi material longsor guna mencegah dampak yang lebih luas.
Ketua RT 17, Parlan, kepada awak media menyampaikan bahwa kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta.
“Kerugian diperkirakan kurang lebih tiga puluh juta rupiah. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ungkap Parlan.
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata bersama Forkopimda Kabupaten Kepahiang turun langsung ke lokasi kejadian untuk meninjau kondisi rumah warga terdampak serta memastikan langkah penanganan awal berjalan dengan baik.
Sementara itu, Pak Dopi, selaku pihak keluarga terdampak, berharap agar bantuan dari pemerintah dapat segera terealisasi, mengingat kondisi rumah yang membutuhkan perbaikan mendesak.
Kami sangat berharap bantuan bisa segera terealisasi agar rumah dapat kembali layak ditempati,” ujarnya.
Ketua RT 17 juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepahiang, khususnya kepada Bupati dan Forkopimda, atas respons cepat dan perhatian terhadap musibah yang dialami warganya.
Hingga kini, warga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca yang masih berpotensi hujan dan wilayah tersebut tergolong rawan longsor. tutup Parlan di lokasi. 02 01 2026 (Dank Amrel)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT


































