Kesigapan Polsek Parapat Ungkap Fakta Satwa Terlindas di Jembatan Sisera-sera, Sempat Disangka Anak Harimau

LIA HAMBALI

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026 - 20:25 WIB

5062 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simalungun, AgaraNews.com // Kesigapan personel Polsek Parapat, Polres Simalungun kembali terlihat dalam penanganan informasi viral terkait penemuan bangkai satwa di sekitar Jembatan Sisera-sera, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Satwa yang semula diduga sebagai anak harimau Sumatera itu ternyata merupakan macan akar atau kucing hutan yang termasuk satwa dilindungi.

Kanit Reskrim Polsek Parapat, IPDA Girsang Sinaga, saat dikonfirmasi pada Senin, 26 Januari 2026, sekitar pukul 19.50 WIB, menjelaskan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Ia menegaskan bahwa Polri hadir untuk masyarakat melalui kegiatan profesional jajaran Polres Simalungun Polda Sumatera Utara dalam memastikan kebenaran informasi di lapangan.

“Begitu menerima laporan adanya dugaan anak harimau yang terlindas kendaraan, personel langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujar IPDA Girsang Sinaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa ini bermula pada Minggu, 25 Januari 2026, sekitar pukul 06.30 WIB. Informasi awal diterima dari pengguna jalan yang melintas di kawasan Jembatan Sisera-sera dan melihat bangkai satwa di badan jalan. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke masyarakat sekitar hingga ke kepala lingkungan setempat.

Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumut, Andar Saragih, mengungkap bahwa kepala lingkungan bersama warga melakukan pengecekan ke lokasi sekitar pukul 07.00 WIB. Tak lama kemudian, lurah setempat dan Kapolsek Parapat yang baru menjabat, AKP Mantho Pandiangan, S.H., turut hadir untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Sekitar pukul 07.30 WIB, lurah dan Kapolsek Parapat sudah berada di lokasi. Situasi kemudian diamankan dan dikoordinasikan dengan pihak BBKSDA,” ungkap Andar.

Sekitar pukul 09.00 WIB, bangkai satwa tersebut dikuburkan atas saran pihak kepolisian guna menghindari keresahan masyarakat dan potensi risiko kesehatan. Namun, pada pukul 10.30 WIB, petugas Resor Anecc dan Cagar Alam Batu Gajah dari BBKSDA tiba di lokasi dan mendapati bangkai satwa sudah tidak terlihat karena telah dikubur.

Untuk memastikan jenis satwa tersebut, petugas BBKSDA bersama pihak kepolisian dan pemerintah setempat kemudian membongkar kembali kuburan satwa tersebut. Hasil identifikasi memastikan bahwa hewan yang mati terlindas kendaraan itu bukanlah anak harimau Sumatera, melainkan macan akar.

“Setelah dilakukan pembongkaran dan identifikasi oleh petugas, dapat dinyatakan bahwa satwa tersebut bukan Harimau Sumatera, melainkan macan akar,” jelas Andar Saragih.

Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA Sumut, Novita Kusuma Wardani, menegaskan bahwa macan akar merupakan satwa dilindungi. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintas di wilayah yang dikenal sebagai lintasan satwa liar.

“Iya, itu satwa dilindungi. Diharapkan masyarakat tetap berhati-hati dan waspada saat melintas di daerah-daerah lintasan satwa,” ucap Novita.

Video penemuan bangkai satwa tersebut sempat viral di media sosial. Dalam narasi unggahan disebutkan bahwa warga melihat tiga ekor harimau menyeberang jalan, terdiri dari satu induk dan dua anak. Disebutkan pula satu anak harimau terlindas kendaraan, sementara induk dan satu anak lainnya melarikan diri ke semak-semak di sekitar perladangan warga.

Menanggapi hal tersebut, Polsek Parapat dengan sigap meluruskan informasi agar tidak menimbulkan kepanikan. Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan, S.H., menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam penanganan kejadian yang melibatkan satwa liar.

“Kami langsung berkoordinasi dengan BBKSDA dan pemerintah setempat untuk memastikan jenis satwa dan penanganannya sesuai aturan,” ungkap AKP Mantho.

Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat bertujuan memberikan rasa aman sekaligus memastikan informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan langkah cepat dan profesional yang dilakukan Polsek Parapat bersama BBKSDA dan pemerintah setempat, kebenaran peristiwa ini berhasil diungkap. Kesigapan personel kepolisian tersebut mendapat apresiasi dari warga karena mampu meredam isu yang sempat menimbulkan keresahan, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melindungi satwa liar di wilayah Kabupaten Simalungun.(Joe/Lia Hambali)

Berita Terkait

Pelaku Menyerah, Tiga Masih Bebas: Ada Apa dengan Penanganan Kasus Pembunuhan di Sidotopo?
TNI/Polri Diduga Beking Tambang Ilegal, Negara Tidak Boleh Kalah oleh Mafia PETI
Pangdam XIX/TT Hadiri May Day Riau, Tegaskan Sinergi untuk Pekerja
Sinergi Berkelanjutan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung Perketat Pengamanan Bersama Aparat Negara
Entaskan Krisis Air, Satgas TMMD Kebut Pengerjaan Sumur Bor di Bengkalis
Di Nilai Sesuai Dengan Visi Dan misi nya “H.Ruslani SH.Dapat Dukung an Gen Z Dan Milenial.Untuk maju Jadi Kepala Desa sukadanau”
Percepat Akses Mobilitas Warga, Jembatan Perintis Garuda Wilayah Rap Rap Memasuki Tahap Pemasangan Pylon
Larshen Yunus : ” Ketum Maruarar Sirait Adalah Energi Baru PIKI Menuju Organisasi Intelektual Kristen yang Lebih Progresif dan Berpengaruh”

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:58 WIB

Pelaku Menyerah, Tiga Masih Bebas: Ada Apa dengan Penanganan Kasus Pembunuhan di Sidotopo?

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:54 WIB

TNI/Polri Diduga Beking Tambang Ilegal, Negara Tidak Boleh Kalah oleh Mafia PETI

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:46 WIB

Pangdam XIX/TT Hadiri May Day Riau, Tegaskan Sinergi untuk Pekerja

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:42 WIB

Sinergi Berkelanjutan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung Perketat Pengamanan Bersama Aparat Negara

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:38 WIB

Entaskan Krisis Air, Satgas TMMD Kebut Pengerjaan Sumur Bor di Bengkalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:32 WIB

Percepat Akses Mobilitas Warga, Jembatan Perintis Garuda Wilayah Rap Rap Memasuki Tahap Pemasangan Pylon

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:28 WIB

Larshen Yunus : ” Ketum Maruarar Sirait Adalah Energi Baru PIKI Menuju Organisasi Intelektual Kristen yang Lebih Progresif dan Berpengaruh”

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:25 WIB

Kedepankan Restoratif Justice, Kasus Dugaan Pencurian Uang di Wonoayu Berakhir Damai

Berita Terbaru