Kapolri Tegaskan Penolakan Wacana Polri di Bawah Kementerian  

LIA HAMBALI

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026 - 22:10 WIB

5063 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, — AgaraNews.com// Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan penolakannya terhadap wacana penempatan Polri di bawah kementerian tertentu.

Menurutnya, Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri pada Senin (26/1/2026). Ia menilai, posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden sangat penting agar institusi kepolisian dapat menjalankan tugas secara optimal sebagai alat negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakan hukum.

“Polri harus berada langsung di bawah Presiden, sehingga ketika Presiden membutuhkan, kami bisa segera bergerak,” ujar Kapolri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolri menjelaskan, penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan fungsi kepolisian. Menurutnya, hal tersebut juga dapat berdampak pada melemahnya negara dan kewibawaan Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi pemerintahan.

Ia menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan pandangan pribadinya sekaligus sikap institusional yang telah disampaikan berulang kali kepada berbagai pihak. Bahkan, Kapolri mengaku menolak apabila dirinya ditawari jabatan sebagai Menteri Kepolisian.

“Kalaupun saya ditawari menjadi menteri kepolisian, saya lebih memilih menjadi petani,” kata Kapolri.

Kapolri juga menegaskan kepada seluruh jajaran Polri agar tetap berpegang pada prinsip bahwa Polri berada langsung di bawah Presiden. Ia meminta jajarannya untuk menjalankan tugas sesuai konstitusi dan tidak terpengaruh oleh wacana yang dinilai dapat melemahkan institusi kepolisian.

“Ini saya sampaikan dan tegaskan kepada seluruh jajaran, bahwa Polri harus tetap berada di bawah Presiden,” ujarnya. (Lia Hambali)

Berita Terkait

Pelaku Menyerah, Tiga Masih Bebas: Ada Apa dengan Penanganan Kasus Pembunuhan di Sidotopo?
TNI/Polri Diduga Beking Tambang Ilegal, Negara Tidak Boleh Kalah oleh Mafia PETI
Pangdam XIX/TT Hadiri May Day Riau, Tegaskan Sinergi untuk Pekerja
Sinergi Berkelanjutan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung Perketat Pengamanan Bersama Aparat Negara
Entaskan Krisis Air, Satgas TMMD Kebut Pengerjaan Sumur Bor di Bengkalis
Di Nilai Sesuai Dengan Visi Dan misi nya “H.Ruslani SH.Dapat Dukung an Gen Z Dan Milenial.Untuk maju Jadi Kepala Desa sukadanau”
Percepat Akses Mobilitas Warga, Jembatan Perintis Garuda Wilayah Rap Rap Memasuki Tahap Pemasangan Pylon
Larshen Yunus : ” Ketum Maruarar Sirait Adalah Energi Baru PIKI Menuju Organisasi Intelektual Kristen yang Lebih Progresif dan Berpengaruh”

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:58 WIB

Pelaku Menyerah, Tiga Masih Bebas: Ada Apa dengan Penanganan Kasus Pembunuhan di Sidotopo?

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:54 WIB

TNI/Polri Diduga Beking Tambang Ilegal, Negara Tidak Boleh Kalah oleh Mafia PETI

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:46 WIB

Pangdam XIX/TT Hadiri May Day Riau, Tegaskan Sinergi untuk Pekerja

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:42 WIB

Sinergi Berkelanjutan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung Perketat Pengamanan Bersama Aparat Negara

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:38 WIB

Entaskan Krisis Air, Satgas TMMD Kebut Pengerjaan Sumur Bor di Bengkalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:32 WIB

Percepat Akses Mobilitas Warga, Jembatan Perintis Garuda Wilayah Rap Rap Memasuki Tahap Pemasangan Pylon

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:28 WIB

Larshen Yunus : ” Ketum Maruarar Sirait Adalah Energi Baru PIKI Menuju Organisasi Intelektual Kristen yang Lebih Progresif dan Berpengaruh”

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:25 WIB

Kedepankan Restoratif Justice, Kasus Dugaan Pencurian Uang di Wonoayu Berakhir Damai

Berita Terbaru