Nias.Agaranews.com // Anggota DPRD Kabupaten Nias dari Fraksi Golkar melaksanakan Reses I Tahun Sidang 2025–2026 di Sanggar Seni Desa Lasara Siwalubanua, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Nias, unsur Kantor Kecamatan Ma’u, Kepala Desa Lasara Siwalubanua, tokoh pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Lasara Siwalubanua, Yanuari Waruwu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran anggota DPRD dari Fraksi Golkar tersebut. Ia menyebut, reses menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Kami merasa bangga karena Pak Nelson merupakan putra Desa Lasara Siwalubanua. Setelah kami percayakan menjadi anggota DPRD, hari ini beliau kembali untuk mendengarkan aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses ini,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat mengikuti kegiatan hingga selesai dan menyampaikan usulan yang bersifat mendesak secara tertib dan jelas.
Sementara itu, Sekretaris Camat (Sekcam) Ma’u, Bima Hulu, yang mewakili pihak kecamatan, menyambut baik pelaksanaan reses tersebut. Ia berharap kehadiran anggota DPRD dapat memberikan motivasi serta dukungan bagi kemajuan Kecamatan Ma’u ke depan.
Dalam paparannya, Anggota DPRD Kabupaten Nias, Aliyus Waruwu yang juga Wakil Ketua Fraksi Golkar, menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban setiap anggota dewan untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna menyerap dan menampung aspirasi masyarakat.
Ia juga mendorong warga untuk mengoptimalkan potensi usaha mandiri, khususnya di sektor pertanian, sebagai upaya meningkatkan perekonomian keluarga.
Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya terkait akses jalan di depan Kantor Camat Ma’u. Warga menilai kondisi jalan yang sempit dan berada di tengah permukiman padat sering menimbulkan kendala, terutama saat ada kunjungan tamu dari luar daerah yang harus melewati jalur belakang kantor camat.
Menanggapi hal itu, Aliyus menyebut persoalan tersebut sebagai “catatan emas” yang telah lebih dahulu ia sampaikan kepada Dinas PU Kabupaten Nias.
“Jalan itu memang sangat urgen. Setiap ada tamu dari kabupaten maupun pusat, harus melewati bagian belakang. Hal ini sudah kami sampaikan ke pihak PU dan terus kami ingatkan,” tegasnya.
Usai kegiatan reses, rombongan juga meninjau lokasi rencana pembangunan infrastruktur jalan di Dusun IX menuju perbatasan Nias Barat. Pembangunan tersebut diharapkan dapat terealisasi apabila anggaran tersedia dan tidak mengalami pemangkasan pada tahun 2026–2027.
Di akhir pertemuan, Aliyus memastikan seluruh aspirasi dan keluhan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Nias.
“Semua masukan masyarakat akan kami bawa dan sampaikan dalam rapat paripurna untuk ditindaklanjuti,” tutupnya. (Dika)


































