KUTACANE — agaranews.com// Denyut pesta demokrasi tingkat desa mulai terasa di Kabupaten Aceh Tenggara. Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) menggelar pertemuan penting guna mematangkan berbagai tahapan dan kesiapan teknis.
Sekitar 116 desa dipastikan akan mengikuti Pilkades serentak yang diperkirakan berlangsung pada Mei 2026 mendatang. Jumlah ini menjadikan agenda tersebut sebagai salah satu hajatan demokrasi terbesar di tingkat lokal, yang akan menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan desa untuk beberapa tahun ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan yang digelar atas undangan DPMK itu berlangsung dengan suasana serius namun penuh semangat kolaborasi. Sejumlah unsur penting daerah tampak hadir, di antaranya Inspektur Aceh Tenggara, Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA P3MD) Kabupaten, Asisten I Setdakab, Ketua Forum Camat, hingga Kepala Bagian Hukum. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama untuk memastikan Pilkades berjalan sesuai regulasi dan prinsip demokrasi.
Dalam pembahasan, fokus utama diarahkan pada penyusunan tahapan pelaksanaan, mulai dari jadwal pemilihan, pembentukan panitia di tingkat desa, mekanisme penjaringan bakal calon, hingga proses pemungutan dan penghitungan suara. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kesiapan administrasi serta sinkronisasi aturan agar tidak terjadi kendala di lapangan.
Tak hanya aspek teknis, isu pengawasan turut menjadi perhatian serius. Inspektorat bersama pihak terkait diharapkan mampu mengawal setiap tahapan secara ketat guna mencegah potensi pelanggaran, termasuk praktik-praktik yang dapat mencederai nilai demokrasi.
“Pilkades bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum menentukan masa depan desa. Karena itu, semua pihak harus menjaga integritas, transparansi, dan netralitas,” menjadi penegasan yang mengemuka dalam forum tersebut.
Selain itu, peran camat sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten juga dinilai krusial dalam mengoordinasikan jalannya Pilkades di wilayah masing-masing. Forum camat diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memastikan stabilitas dan kondusivitas selama proses berlangsung.
Partisipasi masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan. Warga desa diimbau untuk aktif terlibat, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga dalam mengawal proses agar berjalan jujur dan adil. Pemerintah berharap Pilkades 2026 dapat melahirkan pemimpin-pemimpin desa yang amanah, visioner, dan mampu membawa perubahan nyata.
Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri oleh Agaranews.com Online, sebagai bagian dari peran media dalam mengawal jalannya demokrasi. Kehadiran insan pers diharapkan mampu memberikan informasi yang objektif, edukatif, dan berimbang kepada masyarakat luas.
Dengan dimulainya tahapan persiapan ini, optimisme pun tumbuh bahwa Pilkades serentak di Aceh Tenggara akan berlangsung lancar, aman, dan demokratis. Pemerintah daerah bersama seluruh elemen bertekad menjadikan momentum ini sebagai langkah awal menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Asy

































