Hadir di Tengah Duka Warga, Polsek Dolok Pardamean Gerak Cepat Tangani Kebakaran Empat Rumah — Polri Tidak Pernah Absen Untuk Masyarakat

LIA HAMBALI

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 23:20 WIB

5058 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simalungun, AgaraNews.com // Pagi yang seharusnya tenang di Kampung Tempel, Dusun Hutabayu, Nagori Buttu Bayu Pane Raja, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, tiba-tiba berubah menjadi kepanikan massal ketika kobaran api melalap permukiman warga pada Kamis, 09 April 2026, sekira pukul 07.00 WIB. Hanya dalam hitungan sekitar satu jam, empat unit rumah penduduk hangus terbakar dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 250.000.000,-. Meski tidak ada korban jiwa, musibah ini meninggalkan luka mendalam bagi empat keluarga yang kehilangan tempat berteduh. Di tengah duka itulah, Polsek Dolok Pardamean hadir dengan reaksi cepat dan penanganan yang profesional.

Saat dikonfirmasi pada Kamis, 09 April 2026, pukul 17.50 WIB, Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menegaskan bahwa kehadiran Polsek Dolok Pardamean di lokasi kejadian merupakan cerminan nyata komitmen Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat di setiap situasi, termasuk saat musibah melanda. “Polri tidak hanya hadir saat ada kejahatan. Di saat warga ditimpa bencana pun, kami ada. Polsek Dolok Pardamean langsung bergerak begitu mendapat informasi kebakaran dan segera berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk membantu penanganan,” ujar AKP Verry Purba dengan penuh kepedulian.Kapolsek Dolok Pardamean AKP Restuadi, S.H., menjelaskan secara gamblang bagaimana peristiwa itu terjadi. Musibah diawali oleh suara ledakan keras yang terdengar oleh saksi Oloan Haloho (47), seorang petani warga Hutabayu, dari arah belakang rumahnya pada pagi hari tersebut. Oloan yang terkejut segera berlari menuju sumber suara dan mendapati kobaran api yang sudah membesar di bagian dapur rumah milik M. Manalu (29). Dengan sigap, Oloan berteriak keras meminta pertolongan warga sekitar.

Pada saat bersamaan, saksi kedua Parlen Malau (53), petani yang tengah menikmati kopi pagi di teras rumahnya, juga melihat kobaran api yang semakin membesar dari arah rumah M. Manalu. Parlen langsung ikut berteriak meminta bantuan. Mendengar teriakan kedua saksi tersebut, warga sekitar berdatangan dan spontan bergotong royong berusaha memadamkan api sekaligus menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah yang mulai dilalap api.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun upaya warga tidak mampu mengimbangi kecepatan api yang menjalar. Kondisi bangunan yang terbuat dari papan, tepas, dan semi permanen menjadi faktor yang membuat api begitu mudah dan cepat berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Dalam waktu yang kami perkirakan tidak lebih dari satu jam, keempat rumah sudah rata dengan tanah,” ucap AKP Restuadi dengan nada prihatin.Keempat keluarga yang harus menanggung kehilangan tersebut adalah Arianto Waruwu (33) dengan rumah papan berdinding tepas, Sanjaya Simalango (54) dengan hunian semi permanen, M. Manalu (29) yang rumah semi permanennya menjadi titik pertama kobaran api, serta Ewis Pratiwi Br. Silalahi alias Ma Samuel (45) yang rumah papannya terbakar sebagian. Keempat keluarga ini kini sangat membutuhkan uluran tangan dan perhatian dari berbagai pihak.

Penyebab kebakaran sementara diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek listrik. Namun AKP Restuadi menegaskan bahwa penyelidikan tidak akan berhenti pada dugaan awal. “Kami telah berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Simalungun untuk melakukan penyelidikan forensik yang lebih mendalam. Kami ingin memastikan penyebab sesungguhnya agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang,” ungkap AKP Restuadi.Polsek Dolok Pardamean juga telah berkoordinasi dengan Forkopimcam Dolok Pardamean dan Dinas Pemadam Kebakaran BPBD Pos Purba dalam penanganan di lapangan. Sebagai langkah preventif, warga diimbau melalui perangkat Desa dan Nagori setempat agar selalu memastikan instalasi listrik aman dan mematikan aliran listrik ketika meninggalkan rumah, demi keselamatan bersama.           (Joe/Lia Hambali)

Berita Terkait

Kunjungan Kerja Pangdam XIX/TT di Bengkalis: Tegas Cek Kesiapan Prajurit dan Perkuat Respons Karhutla
Distribusi 36 Unit Mobil Damkar, Kodam XIX/TT Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla
Jembatan TMMD 128 Tingkatkan Akses dan Mobilitas Sehari-hari Warga Pasar Rawa
Rumah Disulap ,5 Warga Pasar Rawa Ucapkan Terimakasih Kepada TNI
Bukti Nyata, Bersama Satgas TMMD Ke 128 Tahun 2026 Membangun RTLH  
Wujudkan Keamanan Lingkungan, Pembangunan Pos Kamling TMMD 128 Mendekati Finish
Sentuhan Kasih TNI: Program RTLH TMMD 128 Langkat Tingkatkan Kualitas Hidup Warga
Tingkatkan Mobilitas Petani, Satgas TMMD 128 Percepat Pembangunan Jembatan di Langkat

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 17:04 WIB

Kunjungan Kerja Pangdam XIX/TT di Bengkalis: Tegas Cek Kesiapan Prajurit dan Perkuat Respons Karhutla

Selasa, 28 April 2026 - 17:01 WIB

Distribusi 36 Unit Mobil Damkar, Kodam XIX/TT Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

Selasa, 28 April 2026 - 16:58 WIB

Jembatan TMMD 128 Tingkatkan Akses dan Mobilitas Sehari-hari Warga Pasar Rawa

Selasa, 28 April 2026 - 16:54 WIB

Rumah Disulap ,5 Warga Pasar Rawa Ucapkan Terimakasih Kepada TNI

Selasa, 28 April 2026 - 16:48 WIB

Bukti Nyata, Bersama Satgas TMMD Ke 128 Tahun 2026 Membangun RTLH  

Selasa, 28 April 2026 - 16:46 WIB

Sentuhan Kasih TNI: Program RTLH TMMD 128 Langkat Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

Selasa, 28 April 2026 - 16:43 WIB

Tingkatkan Mobilitas Petani, Satgas TMMD 128 Percepat Pembangunan Jembatan di Langkat

Selasa, 28 April 2026 - 16:41 WIB

Detail Kecil, Hasil Besar: Sentuhan Akhir Mushola TMMD 128 Gebang

Berita Terbaru