Aceh – agaranews.com// Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) resmi mengeluarkan peringatan siaga bencana hidrometeorologi kepada Pemerintah Aceh menyusul potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda hampir seluruh wilayah provinsi tersebut.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SIM, Nasrol Adil, mengungkapkan bahwa kondisi atmosfer di Aceh saat ini sedang tidak stabil akibat adanya pola siklonik yang memicu terbentuknya belokan angin (shearline) dan konvergensi.
“Situasi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan secara signifikan, sehingga berpeluang terjadi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang di sejumlah wilayah rawan.
🔴 Dua Gelombang Cuaca Ekstrem
BMKG membagi potensi ancaman cuaca ekstrem ini dalam dua periode penting:
📅 Periode 11–15 April 2026 Wilayah terdampak meliputi: Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Banda Aceh, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Sabang, dan Simeulue.
📅 Periode 16–20 April 2026 Wilayah terdampak: Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, hingga Subulussalam.
BMKG juga mencatat bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi pada sore hingga dini hari di sejumlah daerah lainnya.
⚠️ Imbauan untuk Masyarakat
BMKG meminta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang tinggal di daerah rawan seperti bantaran sungai, lereng perbukitan, dan kawasan pesisir.
Selain itu, pemerintah daerah diminta untuk:
Menyiapkan langkah mitigasi bencana
Memastikan jalur evakuasi aman
Mengintensifkan koordinasi lintas instansi
Cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba dapat meningkatkan risiko kerugian jika tidak diantisipasi sejak dini.
BMKG menegaskan, informasi cuaca akan terus diperbarui secara berkala dan masyarakat diharapkan selalu mengikuti perkembangan terbaru guna menghindari dampak yang lebih besar. (Tim)


































