Banda Aceh – agaranews.com// Peta persaingan menuju kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2024–2029 semakin dinamis. Di tengah menguatnya sejumlah nama, sosok Yahdi Hasan mencuri perhatian setelah disebut masuk dalam lima besar kandidat pilihan internal Partai Aceh.
Nama-nama tersebut dikabarkan telah dikantongi oleh Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf atau yang dikenal dengan sapaan Mualem. Meski belum diumumkan secara resmi, dinamika di internal partai mulai mengerucut pada figur-figur yang dinilai memiliki pengaruh kuat dan pengalaman matang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah sumber menyebutkan, Yahdi Hasan menjadi salah satu kandidat yang paling diperhitungkan karena rekam jejaknya yang konsisten di parlemen serta kedekatannya dengan masyarakat.
“Beliau bukan hanya dikenal di parlemen, tapi juga di tengah masyarakat. Itu jadi nilai lebih,” ujar salah satu sumber internal, Sabtu (11/4/2026).
Selama tiga periode menjabat sebagai anggota DPRA dari dapil wilayah Tengah Aceh, Yahdi Hasan dikenal sebagai figur yang aktif turun langsung ke lapangan. Ia kerap hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan, hingga mendorong solusi terhadap berbagai persoalan daerah.
Kehadirannya tidak hanya dirasakan di Kabupaten Aceh Tenggara sebagai daerah asal, tetapi juga di sejumlah wilayah lain di kawasan Tengah Aceh. Gaya komunikasi yang sederhana dan terbuka membuatnya mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Tak heran, dukungan terhadapnya terus mengalir, terutama dari masyarakat yang menginginkan representasi kuat di tingkat provinsi.
Di balik layar politik Aceh, Yahdi Hasan juga dikenal memiliki peran penting dalam memperkuat basis dukungan bagi Muzakir Manaf, khususnya saat momentum pemilihan kepala daerah.
Ia disebut aktif menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat di wilayah Tengah, membangun konsolidasi, serta memperluas jaringan politik partai. Peran tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisinya dalam bursa Ketua DPRA.
Meski sejumlah nama telah mencuat, keputusan final terkait Ketua DPRA masih berada di tangan Mualem. Proses internal Partai Aceh disebut masih berjalan dengan mempertimbangkan berbagai aspek strategis.
Pengamat menilai, selain pengalaman dan loyalitas, faktor keseimbangan representasi wilayah juga akan menjadi pertimbangan penting dalam penentuan pimpinan DPRA ke depan.
Dengan segala dinamika yang berkembang, nama Yahdi Hasan kini berada di barisan terdepan kandidat Ketua DPRA. Publik pun menanti, siapa sosok yang akhirnya dipercaya memimpin lembaga legislatif Aceh untuk lima tahun mendatang. (TIM)


































