Kutacane – agaranews.com// Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) bagi siswa kelas akhir resmi dimulai secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin, 20 April 2026. Di Kabupaten Aceh Tenggara, pelaksanaan ujian berlangsung di masing-masing satuan pendidikan dengan sistem daring (full online), menghadirkan suasana baru dalam dunia evaluasi pendidikan yang semakin berbasis teknologi.
Sejak pagi hari pertama, ratusan sekolah tampak sibuk mempersiapkan pelaksanaan ujian. Para siswa hadir lebih awal dengan wajah penuh harap, mengenakan seragam rapi, dan membawa semangat untuk mengikuti ujian yang menjadi salah satu penentu capaian akademik mereka selama menempuh pendidikan dasar. Guru dan panitia sekolah pun terlihat sigap memastikan perangkat komputer, jaringan internet, serta kelengkapan administrasi berjalan sesuai prosedur.
Namun, di tengah kesiapan tersebut, sejumlah kendala teknis tak terhindarkan. Pada hari pertama (H1), pelaksanaan TKA di beberapa wilayah, khususnya di Kecamatan Leuser, mengalami gangguan serius akibat pemadaman listrik dan akses internet yang tidak stabil. Kondisi ini menyebabkan empat satuan pendidikan terpaksa menunda pelaksanaan ujian karena sistem tidak dapat diakses secara optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Memasuki hari kedua (H2), tantangan kembali muncul. Akses jaringan dari salah satu provider utama mengalami gangguan total, sehingga pihak sekolah harus berupaya mencari alternatif dengan menggunakan jaringan lain. Meski sempat berjalan, kendala kembali terjadi menjelang akhir sesi kedua ketika koneksi internet kembali terputus. Tidak hanya itu, pemadaman listrik yang terjadi di beberapa titik juga menyebabkan pelaksanaan ujian pada sesi pertama dan kedua terganggu.
Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Tenggara, Siti Salbiah, didampingi Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Hasan Ansari, serta jajaran pejabat terkait seperti Kasi Kurikulum SD Kamudin dan perwakilan dari bidang SMP, turun langsung ke lapangan melakukan monitoring. Kunjungan ini bertujuan memastikan pelaksanaan TKA tetap berjalan sesuai ketentuan sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi satuan pendidikan.
Dalam keterangannya, pihak Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa kendala teknis yang terjadi akan menjadi bahan evaluasi penting untuk pelaksanaan gelombang berikutnya. Koordinasi dengan pihak terkait, termasuk penyedia layanan listrik dan jaringan internet, terus dilakukan agar pelaksanaan TKA dapat berjalan lebih optimal ke depannya.
“Ini menjadi pengalaman penting bagi kita semua. Dengan sistem online, tentu tantangan utamanya ada pada kesiapan infrastruktur. Namun kami terus berupaya mencari solusi agar siswa tetap dapat mengikuti ujian dengan baik,” ujar salah satu pejabat saat monitoring.
Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA jenjang SD di Aceh Tenggara diikuti oleh 3.858 siswa kelas akhir dari 173 satuan pendidikan negeri dan swasta. Pelaksanaan ujian dibagi ke dalam empat gelombang guna mengantisipasi keterbatasan perangkat dan jaringan di masing-masing sekolah.
Sistem pengawasan dalam TKA juga berlangsung sangat ketat. Setiap ruang ujian diawasi oleh pengawas silang dari satuan pendidikan lain untuk menjaga objektivitas. Selain itu, pengawas ruang terhubung secara langsung dengan penyelia melalui aplikasi Zoom, sehingga seluruh proses dapat dipantau secara real time. Selama ujian berlangsung, hanya proktor, pengawas ruang, dan teknisi yang diperbolehkan berada di dalam ruangan. Setiap aktivitas di luar ketentuan wajib dilaporkan dan mendapat izin dari penyelia.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, semangat para siswa dan tenaga pendidik tetap tinggi. Banyak siswa tetap fokus mengerjakan soal meski sempat terganggu oleh kendala teknis. Guru dan teknisi pun bahu-membahu memastikan sistem kembali berjalan agar ujian dapat dilanjutkan.
Pelaksanaan TKA ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi akademik, tetapi juga menjadi momentum pembelajaran bagi seluruh pihak dalam menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan. Dinas Pendidikan Aceh Tenggara berharap, dengan kerja sama dan koordinasi yang baik, pelaksanaan TKA pada gelombang berikutnya dapat berjalan lebih lancar dan maksimal.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh elemen pendidikan diharapkan mampu mewujudkan pelaksanaan TKA yang jujur, transparan, dan tetap memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para siswa. “Mari kita wujudkan TKA SD yang jujur dan gembira,” menjadi pesan yang terus digaungkan di tengah dinamika pelaksanaan ujian tahun ini. Ady


































