Jakarta, AgaraNews.com // Sejumlah tokoh tergabung dalam Poros Profesional Terpadu untuk Indonesia Raya (Postidar) mengecam keras pernyataan mantan Ketua MPR RI, Amien Rais terkait serangan pribadi kepada Sekretaris Kabinet (Sekkab) Teddy Indra Wijaya. Presidium Postidar menilai pernyataan tersebut melalui kanal YouTube Amien Rais berpotensi menciptakan keresahan publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini disampaikan Ahmad Kailani, salah satu anggota Presidium Postidar kepada awak media, Jumat malam (1/5/2026) di Jakarta.
“Tudingan yang disampaikan Pak Amien Rais tidak hanya tidak mendidik, tetapi juga berpotensi masuk dalam kategori fitnah karena memberi label tanpa dasar yang jelas,” kata Kailani dengan nada geram.
Postidar menyoroti bahwa tidak semua masyarakat memiliki kemampuan, untuk melakukan verifikasi informasi secara memadai. Sehingga narasi yang tidak akurat berisiko menyesatkan opini publik.
Ia menilai pernyataan tersebut sarat prasangka dan tidak mencerminkan sikap beradab. Kailani juga mengkhawatirkan kondisi Amien Rais yang dinilai semakin rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik.
“Sulit bagi saya memahami cara berpikir dan bertindak Pak Amien Rais. Melabelkan seseorang dengan tuduhan keji tanpa dasar yang valid adalah tindakan yang tidak pantas,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Sulaiman Haikal, Ketua Pijar 98 sekaligus Presidium Postidar.
Dirinya menyayangkan, sikap Amien Rais yang dinilai justru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Haikal juga meminta adanya klarifikasi atas pernyataan tersebut.
“Pernyataan seperti itu tidak pantas disampaikan oleh tokoh sebesar beliau. Jika ini bagian dari politik pecah belah, dampaknya sangat berbahaya bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu Thurman Simanjuntak menilai, walaupun pernyataan tersebut merupakan bagian dari dinamika politik, etika tetap harus dijunjung tinggi. Dirinya menegaskan bahwa sebuah informasi yang belum jelas, apalagi hoaks merupakan hal yang tabu bagi seorang tokoh publik.
“Perbedaan sikap politik tidak boleh menghalalkan segala cara, termasuk menyebarkan informasi yang tidak benar,” ujarnya, seraya mengimbau agar praktik semacam itu dihentikan.
Di sisi lain, Agus Teddy Sumantri, Presidium Postidar yang berbasis di Jawa Barat, menilai tudingan yang mengaitkan kedekatan personal dengan isu moral sebagai spekulasi tanpa dasar kuat.
“Kita perlu mengingatkan Pak Amien Rais tentang pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan. Hal ini agar tidak memicu kegaduhan publik,” ujarnya.
Teddy juga menegaskan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan nasional.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada jajaran kabinet, termasuk Sekkab Teddy Indra Wijaya, didasarkan pada kapasitas dan kebutuhan kerja.
“Fokus pemerintah saat ini adalah bekerja untuk rakyat. Narasi yang tidak berdasar justru dapat mengganggu stabilitas dan konsentrasi dalam menjalankan program-program prioritas,” tutupnya. (Lia Hambali)
































