Presiden Prabowo Mendengar Keluh Kesah Akar Rumput, Petani SWB Indonesia Berikan Dukungan

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:26 WIB

5040 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta, AgaraNews .com //

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle jajaran Kabinet Merah Putih, yang keempat kalinya. Hal ini bukti nyata dalam situasi ekonomi tidak menentu, negara hadir melakukan pembenahan.

Salah satunya adalah pergantian Kepala Badan KarantinaAbdul Kadir Karding. Figur asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini diharapkan dapat membangkitkan kembali integritas yang berpihak kepada pelaku usaha.

Hal ini disampaikan Pembina Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN) Benny Hutapea dalam keterangan persnya, Jumat (1/5/2026) di Jakarta. Benny sapaan akrabnya berharap pergantian Kepala Badan Karantina ini, dapat memperbaiki sistem kepemimpinan sebelumnya.

“Harapannya kepala badan karantina baru dapat memberikan kepastian regulasi tumpang tindih kewenangan sectoral kelembagaan pemerintahan,” ujarnya.

Benny saat ini sudah menyusun makalah terkait urgensi pembenahan .Badan Karantina Nasional (Barantin) yang disinyalir memberikan hambatan serius pada Industri Sarang Burung Walet (SBW) Indonesia. Pada makalahnya, dia menyampaikan Barantin cenderung lemah dan tidak berdaya menghadapi tekanan Badan Bea Cukai Negara lain, yang membatasi ekspor Sarang Burung Walet (SBW) Indonesia.

“Barantin juga dinilai memiliki ego sektoral yang tinggi, tercermin dengan tidak optimalnya koordinasi dan diplomasi dalam memperjuangkan fasilitasi ekspor SBW,” ucap Benny.

Kata Pengusaha SBW ini, praktek monopoli dalam internal kelembagaan Baramtin menjadi penghambat. Sehingga terjadi penurunan drastis nilai ekspor komoditas SBW dalam 5 tahun terakhir.

“Para pengusaha dan petani SBW mengalami penurunan kuantitas dan nilai ekspor. Kemudian terdapat kehilangan potensi devisa negara yang sangat besar di bisnis SBW ini,” tukas Benny.

Potensi Devisa Sarang Burung Walet Indonesia

Sarang Burung Walet (SBW) Indonesia yang seharusnya memiliki daya tawar dan nilai tinggi. Hal ini dikarenakan pada abad 17 di era Dinasti Ming produk ini menjadi prodak unggulan indonesia, karena 80% hasil budidaya sarang burung walet dunia dari Indonesia.

“Bentuk pengalihan ekspor juga berdampak pada peningkatan volume ekspor SBW Ilegal. Dimana mencapai sekitar 2.000 ton per tahun, yang memberikan dampak kerugian terhadap negara 90 triliun pertahun,” ujar Benny.

Terkait dengan dominasi Barantin pada Sektor SBW dan lemahnya koordinasi dengan Kementerian lain. Para petani SBW Indonesia berharap Kepala Barantin yang baru dilantik Abdul Kadir Karding dapat memberikan secercah harapan kedepannya.

“Barantin akan mengedepankan koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga lain seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Imigrasi, dan lain-lain. Barantin tidak menjadi alat Ekonomi dan Diplomasi, untuk mendukung perekonomian nasional,” terang Benny.

Diketahui Petani SBW Indonesia aangat merindukan perubahan dan kehadiran pemerintah, untuk sektor SBW. Benny menilai bahwa diplomasi yang dilakukan Barantin masih sangat lemah,

“Dengan ketegasan serta pengaruh Kepala Barantin yang baru, Saya optimis bahwa kedepan sektor SBW Indonesia akan semakin kuat dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia,” tutupnya. (Lia Hambali)

Berita Terkait

‎Hari Buruh Indonesia 2026: Kolaborasi Pekerja dan UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Tingkatkan Pemahaman Hak Pilih Kaum Perempuan, Persit Kodim 1310/Bitung Terima Sosialisasi Pendidikan Pemilih dari KPU Bitung
Hubungkan Dua Desa, Babinsa Koramil 20/Cgk Pacu Pembangunan Jembatan Perintis
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Beri Kejutan May Day, Buruh dan Sopir Deklarasikan Keselamatan Kerja
” Dr M Martin Purba : “Selesaikan Masalah Pribadi, Jangan Catut Nama GRIB. Siap Tempuh Jalur Hukum
Sengketa Tanah 16 Hektar di Labuan Bajo, Ramang dan Syair Akan Di periksa Tahap II di Bareskrim
Presidium Postidar Kecam Keras Amien Rais Terkait Sekkab Teddy Indra Wijaya
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Sidotopo, Polisi Selidiki Kasus Pembunuhan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:46 WIB

‎Hari Buruh Indonesia 2026: Kolaborasi Pekerja dan UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:42 WIB

Tingkatkan Pemahaman Hak Pilih Kaum Perempuan, Persit Kodim 1310/Bitung Terima Sosialisasi Pendidikan Pemilih dari KPU Bitung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:37 WIB

Hubungkan Dua Desa, Babinsa Koramil 20/Cgk Pacu Pembangunan Jembatan Perintis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:33 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Beri Kejutan May Day, Buruh dan Sopir Deklarasikan Keselamatan Kerja

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:26 WIB

Presiden Prabowo Mendengar Keluh Kesah Akar Rumput, Petani SWB Indonesia Berikan Dukungan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:21 WIB

Sengketa Tanah 16 Hektar di Labuan Bajo, Ramang dan Syair Akan Di periksa Tahap II di Bareskrim

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:13 WIB

Presidium Postidar Kecam Keras Amien Rais Terkait Sekkab Teddy Indra Wijaya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:08 WIB

Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Sidotopo, Polisi Selidiki Kasus Pembunuhan

Berita Terbaru