‎Hari Buruh Indonesia 2026: Kolaborasi Pekerja dan UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:46 WIB

5045 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

‎Jakarta, AgaraNews .com //.Dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, perhatian terhadap keberlangsungan ekonomi nasional semakin menguat, terutama di tengah eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada stabilitas global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Kondisi ini tidak hanya memengaruhi sektor industri besar, tetapi juga memberikan tekanan signifikan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta keberlanjutan tenaga kerja di Indonesia.

‎Kenaikan harga energi dan bahan baku akibat konflik global telah mendorong peningkatan biaya produksi di berbagai sektor usaha. Dampak lanjutan berupa penurunan daya beli masyarakat turut mempersempit ruang gerak UMKM, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

‎Di sisi lain, kelompok buruh menghadapi tantangan serius berupa ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tekanan biaya produksi dan gangguan rantai pasok global. Sektor padat karya seperti tekstil, garmen, dan manufaktur menjadi yang paling rentan terdampak.

‎UMKM dan Buruh, Dua Pilar yang Saling Bergantung

‎UMKM dan tenaga kerja merupakan dua elemen yang tidak terpisahkan dalam struktur ekonomi Indonesia. Ketika UMKM melemah, penyerapan tenaga kerja ikut terancam. Sebaliknya, melemahnya daya beli buruh secara langsung memengaruhi keberlangsungan usaha UMKM.

‎Efek domino dari konflik global meliputi, ‎Lonjakan harga energi dan logistik

‎Kenaikan harga bahan balogistik, dan ‎Penurunan daya beli masyarakat

‎Pernyataan Sikap

‎Dalam menyikapi kondisi tersebut, Dimas H. Pribadi selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif & Pembinaan UMKM DPD Bintang Muda Indonesia Partai Demokrat DKI Jakarta menyampaikan

Momentum Hari Buruh 2026 harus menjadi titik refleksi bersama bahwa buruh, dan UMKM adalah fondasi utama ekonomi nasional. Di tengah tekanan global akibat konflik berkepanjangan, negara harus hadir secara nyata melalui kebijakan yang melindungi pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan UMKM.

‎”‎Kami mendorong adanya langkah konkret seperti insentif bagi pelaku UMKM, stabilisasi harga bahan baku, serta program perlindungan tenaga kerja agar tidak terjadi gelombang PHK. Ketahanan ekonomi Indonesia hanya bisa terwujud jika buruh sejahtera dan UMKM tetap tumbuh,” ungkap Dimas H. Pribadi

‎Momentum Hari Buruh

Mendorong Sinergi dan Kebijakan Proaktif

‎Hari Buruh 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja. Beberapa langkah strategis yang dinilai krusial antara lain: ‎Stabilisasi harga energi dan bahan baku

‎Insentif fiskal dan pembiayaan bagi UMKM

‎Perlindungan tenaga kerja dan pencegahan PHK massal, Penguatan rantai pasok domestik

‎”‎Harapan ke Depan di tengah ketidakpastian global, ketahanan ekonomi nasional sangat bergantung pada kemampuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan usaha dan kesejahteraan pekerja.

‎Hari Buruh bukan hanya peringatan tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan ekonomi yang inklusif dimana UMKM berkembang dan pekerja terlindungi,” ujar Dimas menutupi. (Megy/Lia Hambali)

Berita Terkait

Tingkatkan Pemahaman Hak Pilih Kaum Perempuan, Persit Kodim 1310/Bitung Terima Sosialisasi Pendidikan Pemilih dari KPU Bitung
Hubungkan Dua Desa, Babinsa Koramil 20/Cgk Pacu Pembangunan Jembatan Perintis
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Beri Kejutan May Day, Buruh dan Sopir Deklarasikan Keselamatan Kerja
” Dr M Martin Purba : “Selesaikan Masalah Pribadi, Jangan Catut Nama GRIB. Siap Tempuh Jalur Hukum
Presiden Prabowo Mendengar Keluh Kesah Akar Rumput, Petani SWB Indonesia Berikan Dukungan
Sengketa Tanah 16 Hektar di Labuan Bajo, Ramang dan Syair Akan Di periksa Tahap II di Bareskrim
Presidium Postidar Kecam Keras Amien Rais Terkait Sekkab Teddy Indra Wijaya
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Sidotopo, Polisi Selidiki Kasus Pembunuhan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:46 WIB

‎Hari Buruh Indonesia 2026: Kolaborasi Pekerja dan UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:42 WIB

Tingkatkan Pemahaman Hak Pilih Kaum Perempuan, Persit Kodim 1310/Bitung Terima Sosialisasi Pendidikan Pemilih dari KPU Bitung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:37 WIB

Hubungkan Dua Desa, Babinsa Koramil 20/Cgk Pacu Pembangunan Jembatan Perintis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:33 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Beri Kejutan May Day, Buruh dan Sopir Deklarasikan Keselamatan Kerja

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:26 WIB

Presiden Prabowo Mendengar Keluh Kesah Akar Rumput, Petani SWB Indonesia Berikan Dukungan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:21 WIB

Sengketa Tanah 16 Hektar di Labuan Bajo, Ramang dan Syair Akan Di periksa Tahap II di Bareskrim

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:13 WIB

Presidium Postidar Kecam Keras Amien Rais Terkait Sekkab Teddy Indra Wijaya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:08 WIB

Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Sidotopo, Polisi Selidiki Kasus Pembunuhan

Berita Terbaru