Jakarta, 2 Mei 2026, AgaraNews .com // Ketua Umum Relawan Prabowo yang tergabung dalam organisasi Cakra Satya 08 (CS 08), Jhohannes Marbun yang akrab disapa Joe Marbun, menyampaikan kecaman tegas terhadap pernyataan Amien Rais yang beredar melalui kanal YouTube pribadinya. Dalam pernyataan tersebut, Amien Rais diduga menyampaikan tudingan bersifat personal terkait kedekatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, yang dinilai tidak berbasis fakta dan berpotensi menyesatkan opini publik.
Joe Marbun menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak hanya merupakan serangan terhadap ranah pribadi, tetapi juga mencederai etika publik serta berpotensi memicu penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menekankan bahwa Presiden Republik Indonesia adalah simbol negara yang harus dijaga kehormatan dan martabatnya. Oleh karena itu, setiap pernyataan yang menyerang secara personal tanpa dasar yang jelas tidak dapat dibenarkan.
“Kami menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang tokoh publik, terlebih dengan muatan yang menyerang kehormatan pribadi tanpa dasar yang jelas, apalagi menyangkut Presiden sebagai simbol negara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Joe Marbun menyayangkan bahwa pernyataan tersebut tidak mencerminkan kapasitas Amien Rais sebagai seorang tokoh bangsa dan akademisi. Menurutnya, sebagai figur yang memiliki latar belakang intelektual, Amien Rais seharusnya mengedepankan sikap kritis yang konstruktif, berbasis data dan fakta, serta berorientasi pada kepentingan bangsa.
“Alih-alih memberikan kontribusi pemikiran yang substantif, pernyataan tersebut justru menimbulkan kegaduhan di ruang publik, memperkeruh suasana kebangsaan, dan jauh dari nilai-nilai keilmuan yang seharusnya dijunjung tinggi,” tambahnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan etika, Cakra Satya 08 mendorong Amien Rais untuk segera mengambil langkah-langkah yang patut, yaitu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Presiden Republik Indonesia dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, melakukan klarifikasi publik dengan menarik pernyataan tersebut, serta menunjukkan komitmen terhadap etika publik dengan tidak lagi menyampaikan opini yang bersifat spekulatif dan menyerang ranah pribadi. Selain itu, pihaknya menegaskan bahwa konsekuensi hukum merupakan hak pihak yang dirugikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Joe Marbun juga menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang sah dan diperlukan. Namun demikian, kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab, berbasis data dan fakta yang dapat diverifikasi, serta tidak menyentuh ranah pribadi apalagi mengarah pada fitnah atau penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya.
Di tengah berbagai tantangan nasional, Joe Marbun mengingatkan bahwa bangsa Indonesia saat ini sangat membutuhkan persatuan dan soliditas. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas, memperkuat persatuan nasional, serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah.
Menutup pernyataannya, Joe Marbun mengajak seluruh tokoh publik untuk lebih bijak dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. “Kebebasan berpendapat harus diiringi dengan tanggung jawab. Kita semua memiliki kewajiban menjaga kualitas diskursus publik agar tetap sehat, bermartabat, dan berkontribusi bagi persatuan bangsa,” tutupnya.(Lia Hambali)


































