Aceh Tenggara, Agaranews.com|Dugaan penyimpangan terhadap penggunaan anggaran dana bos SD Negeri Muara Situlen kecamatan Leuser Aceh Tenggara Provinsi Aceh kini mencuat ke publik. Kuat dugaan setiap item kegiatan yang bersumber dari dana bos sejak tahun anggaran 2024-2025 banyak penyimpangan.
Pasalnya seluruh anggaran dana bos tersebut langsung di kelola oleh oknum Kepala sekolah dan bendahara. Namun informasi yang dihimpun oleh media, bahwasanya oknum bendahara hanya dimanfaatkan oknum Kepsek hanya membuat anggaran atau SPJ. Dan banyak kegiatan dalam pertanggung jawaban SPJ keuangan bos, seolah -olah semuanya kegiatan dilaksanakan. Akan tetapi pada faktanya tidak seperti itu. Ungkap seorang oknum guru sebagai sumber media Agaraews.com baru-baru ini.
“Apalagi saat itu oknum Kepsek nya jarang sekali masuk ke sekolah, hanya ada keperluan saja beliau datang ke sekolah dan bertemu dengan bendahara untuk membuat dan mempersiapkan kelengkapan administrasi pertanggung jawaban keuangan bos. Jika tidak perlu beliau sebagai Kepsek SD Negeri Muara Situlen, jarang masuk. Ungkap sumber informasi lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan tahun 2024-2025 sebagai Kepsek SD Negeri Muara Situlen kecamatan Leuser yakni saudara Adi Suarjono, jadi beliau sebagai Kepsek memang sudah selayaknya di panggil oleh pihak Kejaksaan, untuk dimintai keterangan terkait penggunaan anggaran dana bos semasa dia menjadi kepsek nya.
Menanggapi hal itu Ketua Lsm Kaliber Aceh Zoel Kanedi atau yang akrab disapa ZK Agara, angkat bicara, diri nya sebagai kalangan Lsm sangat mendukung serta mendorong pihak Kejaksaan Aceh Tenggara untuk mendalami dugaan ini. Supaya publik tidak merasa curiga dengan semua item kegiatan yang bersumber dari dana bos, apakah benar-benar dapat digunakan sesuai juknis bos dan di pertanggung jawaban kan secara hukum dengan semua bukti kegiatan. Katanya
“Iya kita minta kepada Aparat Penegak Hukum (APH), Kejaksaan untuk segera melakukan penyelidikan terhadap penggunaan anggaran Dana operasional sekolah ( Bos) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Muara Situlen kecamatan Leuser Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), serta memanggil oknum Kepsek nya, mantan Kepsek nya yaitu saudara Adi Suarjono.
karena diduga sistem pengelolaan keuangan bos sejak dia sebagai Kepsek di sekolah itu ada indikasi penyelewengan dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) tahun 2024-2025.
*Kalau penggunaan anggaran dana bos yang bersumber dari keuangan negara (APBN) digunakan tidak transparan dan akuntabel berarti ada indikasi penyimpangan yang segera harus didalami pihak penyidik. Karena satu rupiah pun uang negara yang sudah digunakan, maka harus dipertanggung jawabkan secara jelas dan bukti kegiatan sesuai dengan aturan dan juknis serta peruntukkannya. Jika tidak sesuai dengan peruntukannya, maka sudah jelas menyalahi aturan.
Sebab penggunaan anggaran dana dana BOS sudah diatur dalam juknis bos, dapat dipergunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan sekolah seperti pembelian buku-buku pelajaran, perawatan gedung sekolah, pembayaran gaji guru, biaya operasional serta biaya kegiatan ekstrakurikuler.
Sehingga penggunaan dana BOS harus sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan dan penggunaan dana BOS harus diinformasikan secara transparan dan akuntabel dan SPJ bos harus di tempelkan di papan informasi guru setiap item kegiatan wajib di pertanggung jawaban dan diketahui oleh komite sekolah.
Sumber dana BOS diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN dengan besaran dana BOS yang berbeda tergantung jenis dan jenjang pendidikan.
Ketidak-transparan Adi Suarjono ketika beliau sebagai Kepsek tahun 2024-2025 Lsm Kaliber Aceh menduga telah terjadi indikasi penyelewengan. Paparnya.
Atas pemberitaan media ini merupakan pintu awal pihak aparat penegak hukum untuk secepatnya mengusut nya . Jika terbukti bersalah maka pihak hukum memberikan hukum yang setimpal dengan perbuatannya. Serta pihak Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Agara untuk segera menon-aktifkan atau mencopot jabatan sebagai Kepsek.
Sampai berita ini dikirimkan ke meja redaksi Agaranews.com masih berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada Adi Suarjono, mantan Kepsek SD Negeri Muara Situlen.[Hidayat]

































