Gedung Pertenunan Heritage di Lapas Cirebon : Menenun Harapan, Menjahit Masa Depan

LIA HAMBALI

- Redaksi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:54 WIB

5039 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon, AgaraNews.com //Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon, Jawa Barat, tersimpan sebuah bangunan bersejarah bernama Gedung Pertenunan. Bangunan peninggalan kolonial Belanda ini hingga kini masih dipertahankan dan dirawat sebagai bagian dari warisan sejarah.

Namun, gedung tua itu kini tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu. Di dalamnya, warga binaan justru sedang merajut masa depan.

Di tempat yang dahulu menjadi pusat aktivitas pertenunan, kini berlangsung berbagai kegiatan pembinaan kemandirian, mulai dari menjahit, bordir, sablon hingga produksi pakaian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sinilah sebuah filosofi menemukan maknanya : menenun harapan, menenun cita-cita, sekaligus menjahit masa depan.

Salah seorang warga binaan, Dedi, terlihat fokus mengikuti kegiatan pembinaan menjahit. Tangannya tidak sekadar menggerakkan jarum dan benang untuk menghasilkan pakaian. Keterampilan itu diharapkan menjadi bekal hidup ketika kelak ia kembali ke tengah masyarakat.

“Jadi menjahit baju, menjahit masa depan,” begitu gambaran yang lahir dari aktivitas pembinaan tersebut.

Kalapas Kelas I Cirebon, Suranto, dalam program _Bincang Tipis-Tipis_ yang dipandu host Erman Tale Daulay, menegaskan pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan hukuman.

Menurutnya, pembinaan dilakukan melalui dua jalur utama, yakni pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian.

“Pembinaan kemandirian ini adalah bekal modal duniawi. Agar setelah melaksanakan pembinaan di sini, mereka punya bekal, termasuk bekal yang bersertifikasi, sehingga setelah keluar dari sini mampu mengamalkan atau bekerja sesuai dengan kemampuan yang telah diberikan,” ujar Suranto.

Semangat tersebut sejalan dengan paradigma pemasyarakatan yang kini menempatkan warga binaan sebagai manusia yang harus dipersiapkan untuk kembali hidup dan berperan di tengah masyarakat.

Suranto menyadari, keberhasilan pembinaan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan internal Lapas. Keterlibatan pihak ketiga, dunia usaha, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci, terutama dalam menyediakan pelatihan, instruktur, dan pesanan produk.

“Kalau ada instruktur yang jago, bisa memberikan pelatihan dan mentransfer ilmu menjahit di sini. Atau memberikan order pekerjaan kepada kami. Insya Allah, apapun yang dipesan terkait dengan penjahitan, sablon maupun pembuatan kaos, kami siap melaksanakan,” katanya.

Kesinambungan order menjadi kunci agar keterampilan warga binaan tidak berhenti sebatas pelatihan. Dengan adanya permintaan, warga binaan dapat terus berproduksi sekaligus mengasah kemampuan.

Hal ini menjadi semakin penting mengingat kondisi Lapas Kelas I Cirebon yang menghadapi keterbatasan kapasitas, namun pembinaan harus tetap berjalan.

Di tengah aktivitas pembinaan tersebut, keberadaan Gedung Pertenunan memberikan dimensi lain. Bangunan kolonial itu masih menyimpan sejumlah peralatan lama yang dipertahankan dan dirawat melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Cirebon.

Gedung bersejarah itu kini seperti mempertemukan dua zaman. Di satu sisi, ia menyimpan jejak masa lalu. Di sisi lain, ruang yang sama kini menjadi tempat warga binaan belajar keterampilan untuk menghadapi masa depan.

Dari gedung tua inilah harapan baru ditenun dan masa depan dijahit kembali. (Lia Hambali)

Reporter : Supriyadi

Sumber : Timenews.co.id*l

Berita Terkait

Sah,..!!! Komjen Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Reshuffle Kabinet & Kapolri Baru : Prabowo Lantik 14 Pejabat, Komjen Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri
Lapas Kelas III Gunungtua Peringati Hari Kesaktian Pancasila Hingga Dukung Pemutakhiran Data Pemilih
Buntut Lapas Mewah Cibinong Terbongkar, Dirjen Pemasyarakatan Mashudi Mundur dari Jabatan
Kebakaran Gudang Sparepart di Cilincing, Dua Motor dan Stok Ban Terbakar
Polres Metro Jakarta Utara Uji Coba MBG Sistem Prasmanan di Siswa MI Nur At-Taqwa Bisa Ambil Makanan Sesuai Porsi
Selesai Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah / 2026 di Tarutung, Umat Muslim Salurkan Sedekah Donatur Kepada Anak Yatim/Piatu dan Dhuafa
Kapolri Baru, Ujian Lama: Advokat Rikha Permatasari Desak Jenderal Suyudi Buktikan Reformasi Lewat Perkara Elly Robi Yennia

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Gedung Pertenunan Heritage di Lapas Cirebon : Menenun Harapan, Menjahit Masa Depan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Sah,..!!! Komjen Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Reshuffle Kabinet & Kapolri Baru : Prabowo Lantik 14 Pejabat, Komjen Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Lapas Kelas III Gunungtua Peringati Hari Kesaktian Pancasila Hingga Dukung Pemutakhiran Data Pemilih

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Buntut Lapas Mewah Cibinong Terbongkar, Dirjen Pemasyarakatan Mashudi Mundur dari Jabatan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Polres Metro Jakarta Utara Uji Coba MBG Sistem Prasmanan di Siswa MI Nur At-Taqwa Bisa Ambil Makanan Sesuai Porsi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Selesai Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah / 2026 di Tarutung, Umat Muslim Salurkan Sedekah Donatur Kepada Anak Yatim/Piatu dan Dhuafa

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Kapolri Baru, Ujian Lama: Advokat Rikha Permatasari Desak Jenderal Suyudi Buktikan Reformasi Lewat Perkara Elly Robi Yennia

Berita Terbaru