Dari Rapat ke Lapangan, Tim Monev PRR Bedah Empat Titik Mendesak di Aceh Singkil

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 16:02 WIB

5085 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SINGKIL agaranews.com – Usai mengikuti Rapat Koordinasi Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Bupati Aceh Singkil bersama jajaran langsung turun ke lapangan. Kegiatan yang dimulai di Op-Room Kantor Bupati pada Selasa (1/9/2026) ini bertujuan memverifikasi kondisi empat infrastruktur prioritas yang membutuhkan penanganan serius pascabencana.

 

Rombongan peninjauan dipimpin oleh Kepala Koordinator Wilayah Aceh II Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin, SH., MH., bersama Wakil Kepala Korwil Aceh II Kombes Pol. Reinhard Reimond Huwae, S.I.K. Turut hadir Ketua DPRK Aceh Singkil, Kapolres, Kasdim 0109, Pj. Sekda, serta jajaran SKPK terkait dan Tim PRR Aceh Singkil-Subulussalam

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tim Monev meninjau empat titik yang memiliki karakteristik masalah berbeda namun sama-sama krusial bagi keselamatan masyarakat:

 

Abrasi Pantai Desa Pulo Sarok (Kec. Singkil): Kondisi abrasi dinilai semakin mengkhawatirkan karena terus menggerus garis pantai dan berpotensi mengancam permukiman warga serta fasilitas umum.

 

Jembatan Kayu Suka Kaya: Infrastruktur penghubung ini menunjukkan kerusakan yang memerlukan perhatian dan penanganan segera demi kelancaran akses masyarakat.

 

Tanggul Penahan Banjir Desa Tanah Merah (Kec. Gunung Meriah): Proyek strategis ini belum tuntas. Dari rencana pembangunan sepanjang lebih dari 26 kilometer, baru sekitar 2,1 kilometer yang berhasil dikerjakan sehingga perlu evaluasi percepatan.

 

Embung/Waduk Sianjo-Anjo Merah (Kec. Gunung Meriah): Peninjauan dilakukan untuk menilai kondisi fisik sekaligus potensi pemanfaatannya dalam mendukung kebutuhan air masyarakat dan pengendalian banjir.

 

Bupati Aceh Singkil menegaskan bahwa kehadiran Tim Monev harus bermuara pada solusi nyata, bukan sekadar dokumentasi administratif. Ia menekankan pentingnya melihat persoalan berdasarkan fakta lapangan.

 

“Kita tidak ingin persoalan hanya berhenti pada laporan dan rapat. Hari ini kita melihat langsung kondisi di lapangan, mencatat apa yang menjadi masalah, kemudian mencari solusi dan langkah tindak lanjut yang konkret,” ujar Bupati.

 

Ia menambahkan bahwa Pemkab Aceh Singkil siap membuka ruang koordinasi seluas-luasnya dan menyediakan data teknis yang dibutuhkan. “Prinsip kita sederhana: mana yang bisa kita kerjakan, kita kerjakan; mana yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat, kita kawal bersama sampai ada solusi.”

 

Kepala Koordinator Wilayah Aceh II, Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin, memberikan respons positif terhadap keterbukaan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Ia menilai hasil tinjauan lapangan hari ini akan menjadi bahan evaluasi utama untuk mendorong percepatan penanganan.

 

“Apa yang kita lihat hari ini memberikan gambaran faktual tentang persoalan di lapangan. Ini menjadi bahan penting bagi kami untuk menentukan prioritas dan langkah yang harus segera dikoordinasikan dengan kementerian atau lembaga terkait,” tegas Guslin.

 

Ia juga mengapresiasi semangat pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan pascabencana. Menurutnya, ukuran keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi bukan hanya selesainya pekerjaan fisik, tetapi pulihnya kehidupan masyarakat dan kuatnya infrastruktur menghadapi risiko bencana di masa depan.

 

“Kami melihat ada semangat kuat dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah tidak sendiri, dan koordinasi seperti ini harus terus dibangun agar penanganan pascabencana berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Redaksi)

 

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:09 WIB

4 Terdakwa Kasus Kematian Robby Di Tuntut JPU Kejaksaan Negeri Karo 13-14 Tahun Kurungan Penjara

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Rangkayo Minang Indonesia Angkat Warisan Budaya Minangkabau Lewat Dua Seminar Internasional di Jakarta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Gencarkan Komsos dan Edukasi Hukum, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala Terima Penyerahan Sukarela 1 Pucuk Senjata Api Rakitan dari Warga Perbatasan

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Selasa, 28 Maret 2023 - 16:24 WIB

Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Berita Terbaru