Dari Rapat ke Lapangan, Tim Monev PRR Bedah Empat Titik Mendesak di Aceh Singkil

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 16:02 WIB

50216 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SINGKIL agaranews.com – Usai mengikuti Rapat Koordinasi Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Bupati Aceh Singkil bersama jajaran langsung turun ke lapangan. Kegiatan yang dimulai di Op-Room Kantor Bupati pada Selasa (1/9/2026) ini bertujuan memverifikasi kondisi empat infrastruktur prioritas yang membutuhkan penanganan serius pascabencana.

 

Rombongan peninjauan dipimpin oleh Kepala Koordinator Wilayah Aceh II Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin, SH., MH., bersama Wakil Kepala Korwil Aceh II Kombes Pol. Reinhard Reimond Huwae, S.I.K. Turut hadir Ketua DPRK Aceh Singkil, Kapolres, Kasdim 0109, Pj. Sekda, serta jajaran SKPK terkait dan Tim PRR Aceh Singkil-Subulussalam

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tim Monev meninjau empat titik yang memiliki karakteristik masalah berbeda namun sama-sama krusial bagi keselamatan masyarakat:

 

Abrasi Pantai Desa Pulo Sarok (Kec. Singkil): Kondisi abrasi dinilai semakin mengkhawatirkan karena terus menggerus garis pantai dan berpotensi mengancam permukiman warga serta fasilitas umum.

 

Jembatan Kayu Suka Kaya: Infrastruktur penghubung ini menunjukkan kerusakan yang memerlukan perhatian dan penanganan segera demi kelancaran akses masyarakat.

 

Tanggul Penahan Banjir Desa Tanah Merah (Kec. Gunung Meriah): Proyek strategis ini belum tuntas. Dari rencana pembangunan sepanjang lebih dari 26 kilometer, baru sekitar 2,1 kilometer yang berhasil dikerjakan sehingga perlu evaluasi percepatan.

 

Embung/Waduk Sianjo-Anjo Merah (Kec. Gunung Meriah): Peninjauan dilakukan untuk menilai kondisi fisik sekaligus potensi pemanfaatannya dalam mendukung kebutuhan air masyarakat dan pengendalian banjir.

 

Bupati Aceh Singkil menegaskan bahwa kehadiran Tim Monev harus bermuara pada solusi nyata, bukan sekadar dokumentasi administratif. Ia menekankan pentingnya melihat persoalan berdasarkan fakta lapangan.

 

“Kita tidak ingin persoalan hanya berhenti pada laporan dan rapat. Hari ini kita melihat langsung kondisi di lapangan, mencatat apa yang menjadi masalah, kemudian mencari solusi dan langkah tindak lanjut yang konkret,” ujar Bupati.

 

Ia menambahkan bahwa Pemkab Aceh Singkil siap membuka ruang koordinasi seluas-luasnya dan menyediakan data teknis yang dibutuhkan. “Prinsip kita sederhana: mana yang bisa kita kerjakan, kita kerjakan; mana yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat, kita kawal bersama sampai ada solusi.”

 

Kepala Koordinator Wilayah Aceh II, Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin, memberikan respons positif terhadap keterbukaan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Ia menilai hasil tinjauan lapangan hari ini akan menjadi bahan evaluasi utama untuk mendorong percepatan penanganan.

 

“Apa yang kita lihat hari ini memberikan gambaran faktual tentang persoalan di lapangan. Ini menjadi bahan penting bagi kami untuk menentukan prioritas dan langkah yang harus segera dikoordinasikan dengan kementerian atau lembaga terkait,” tegas Guslin.

 

Ia juga mengapresiasi semangat pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan pascabencana. Menurutnya, ukuran keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi bukan hanya selesainya pekerjaan fisik, tetapi pulihnya kehidupan masyarakat dan kuatnya infrastruktur menghadapi risiko bencana di masa depan.

 

“Kami melihat ada semangat kuat dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah tidak sendiri, dan koordinasi seperti ini harus terus dibangun agar penanganan pascabencana berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Redaksi)

 

Berita Terkait

Peringati HAORNAS ke-43 pada 9 September 2026, Bupati Aceh Singkil Ajak Warga Hidup Aktif dan Bugar
Pemkab Aceh Singkil Imbau Warga Waspada Dampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Merapi
Rakor Karhutla 2026: Bupati Aceh Singkil Perintahkan “Cegah Sebelum Api Membesar”, Perusahaan Wajib Siaga Peralatan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:39 WIB

Modal Konglomerat Mengalir ke Luar Negeri, Utang Global Membengkak, Pinjol Makin Berisiko

Sabtu, 5 September 2026 - 19:11 WIB

Soroti Ketimpangan Lahan, Gubernur Papua Barat Daya: Tambang di Papua Banyak Milik Jenderal

Jumat, 4 September 2026 - 20:17 WIB

Kejagung Bongkar Aset Eks Kepala BGN, Rp8,4 Miliar Disita dalam Penyidikan Dugaan Korupsi MBG

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Mabes Polri Perkuat Sinergitas dengan Komunitas Ojol Lewat Bhakti Sosial dan Layanan Kesehatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Ditanya Kenapa Tak Ikut Kunjungan Presiden ke Kalimantan-Sumatera, Ini Jawaban Menhut

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Turun ke Jambi, Menhut Raja Antoni Cek Eksekusi Perintah Presiden Prabowo soal Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:56 WIB

Kapolres Aceh Timur, Pimpinan Upacara Di Hari Juang POLRI Bacakan Proklamasi Polisi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:36 WIB

Berteduh di Rumah 3X4 Meter, Selama Hampir 15 Tahun, Berharap Ada Rasa Kasih Dari Pemerintah

Berita Terbaru