Labusel, AgaraNews. Com // Senyum haru tak bisa disembunyikan dari wajah Ibu Dorima Boru Marbun. Impian puluhan tahun untuk memiliki rumah layak huni akhirnya terwujud berkat uluran tangan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu.
Di lokasi sasaran TMMD di Aek Batu, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Senin (19/10/2026), personel Satgas terlihat berjibaku melanjutkan pengerjaan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Ibu Dorima. Kali ini, fokus pengerjaan adalah pada bagian teras depan rumah.
Pengerjaan yang dipimpin langsung oleh Serma Ngadiono itu bukan sekadar membangun fisik bangunan. Teras yang dibangun akan menjadi beranda tempat Ibu Dorima bercengkrama bersama keluarga, tempat yang selama ini hanya ia impikan.
“Datang Satgas TMMD, Ibu Dorima tersenyum. Inilah bukti nyata TNI hadir untuk rakyat,” ujar salah seorang personel di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, rumah Ibu Dorima dalam kondisi memprihatinkan dan jauh dari kata layak. Kini, dinding demi dinding mulai kokoh berdiri. Pengerjaan teras menjadi tahapan krusial untuk menyempurnakan tampilan depan sekaligus menambah kenyamanan dan keamanan penghuni.
Satgas TMMD ke-130 bekerja secara bertahap, teliti, dan mengutamakan kualitas. Tak ada bagian yang dikerjakan asal-asalan. Semua dilakukan dengan hati, karena mereka tahu, rumah ini akan menjadi tempat berteduh bagi sebuah keluarga untuk bertahun-tahun ke depan.
Program RTLH melalui TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu ini membuktikan bahwa TMMD tidak hanya membangun infrastruktur jalan dan jembatan. Lebih dari itu, TMMD adalah tentang membangun harapan, membangun kemanusiaan, dan menghadirkan negara di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kerja keras yang berkelanjutan ini, Satgas berharap rumah Ibu Dorima Boru Marbun tidak hanya sekadar menjadi bangunan yang nyaman, tetapi menjadi sumber kebahagiaan baru yang akan mendukung kehidupan keluarga sehari-hari menjadi lebih baik dan sejahtera.
Bagi Ibu Dorima, rumah ini adalah istana. Dan bagi Satgas TMMD, senyum Ibu Dorima adalah bayaran paling mahal atas semua peluh dan lelah mereka. (Lia Hambali)




















