
Kutacane Agaranews.com – Guna menjalin kebersamaan dan keharmonisan dengan warga masyarakat, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Posramil Tanoh Alas, Serda .Basri jajaran Kodim 0108/Agara turut serta dalam proses pengolahan sagu bersama warga desa binaannya di Desa Lawe Tungkal, Kecamatan Tanoh Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat (23/05/2025).
Pada kegiatan tersebut, Serda Basri menjelaskan bahwa bahan dasar sagu berasal dari pohon sagu yang telah diolah menjadi pati sagu,pati sagu dikeringkan hingga menjadi tepung sagu. Dalam proses pengeringan itu dapat dilakukan menggunakan oven atau dijemur di bawah terik matahari, partisipasi Babinsa dalam pengolahan sagu ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan fisik tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nantinya sagu-sagu yang sudah diolah tidak hanya dikonsumsi sendiri tetapi juga dapat dijual ke pasar guna mendapatkan penghasilan warga kampung,“ jelas Serda Basri, harapan kami selaku Babinsa, kiranya kegiatan ini dapat memupuk rasa kebersamaan dan menjaga warisan budaya turun temurun dari leluhur orang Alas, dan secara khusus generasi emas Aceh Tenggara ke depannya,
Serda Basri juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat, kami berharap kebersamaan ini dapat terus terjalin dengan baik, karena TNI hadir untuk rakyat,peran serta dalam kegiatan seperti ini tidak hanya bertujuan untuk membantu warga, tetapi juga untuk terus menjaga tradisi dan budaya lokal yang sangat kaya
budaya ini merupakan tradisi yang diwariskan oleh leluhur. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan, sehingga generasi muda bisa terus mengenal, mempelajari, dan menjaga kearifan lokal ini,
Sementara itu,ibu Kasumah, pemilik pohon sagu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Babinsa yang telah meluangkan waktu untuk membantu dalam pengolahan sagu,saya merasa senang dengan bantuan Babinsa, sehingga pekerjaan kami menjadi ringan. Kegiatan ini menunjukkan kepedulian Babinsa terhadap masyarakat dan upaya pelestarian kearifan lokal di tengah perubahan zaman yang semakin modern,“
(Pendim Agara).


































