Diduga Dana Olahan Lahan Kampung Medasari Rawa Jitu Selatan Di Telan Bumi

KAPERWIL PROV. LAMPUNG

- Redaksi

Kamis, 3 Juli 2025 - 18:09 WIB

50114 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulang Bawang // Diminta kepada Kementrian pertanian dan Dinas Pertanian kabupaten Tulangbawang Kroscek Bantuan yang telah tersalurkan untuk kelompok tani di kampung Medasari, Kecamatan Rawa Jitu Selatan Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung,

Fasalnya ” Masyarakat khusus pertanian kampung Medasari mengeluhkan apa pun bantuan yang di berikan Kementrian Pertanian yang Melalui Dinas Pertanian kabupaten Tulangbawang untuk Kelompok pertanian kampung Medasari, yang tidak bisa dirasakan dan dimanfaatkan oleh Kelompok pertanian melainkan menguntungkan oknum oknum kepengurusan Kelompok tersebut

Fakta,,,,! Beberapa kelompok pertanian mengeluhkan dana 900 ribu bantuan olahan lahan rawa yang sampai saat ini tidak tersalurkan kepada kelompok pertanian,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber yang mengatakan bahwa keterangannya bisa dipertanggung jawabkan sekaligus tidak mau disebutkan namanya dalam pemberitaan ini menuturkan sebagai berikut.

Benar mas apa yang mas tanyakan terkait dana 900 ribu itu kami tidak pernah menerimanya, saya pertanggung jawabkan atas apa yang saya ucapkan, Tapi kalau memang apa yang mas katakan itu bener adanya 900 ribu untuk olahan lahan, berarti kita kelompok pertanian kampung Medasari sudah di bohongi sama mereka

Mas nama kami yang jadi tumbal untuk menjemput bantuan, tapi kami masih di bohongi, ini mesin baru tahun 2025 ini nebus mas jadi gak ada yang gratis, Dan terasa percuma pemerintah memberikan bantuan kepada petani, kalau hanya untuk mensejahterakan oknum oknum pengurus kelompok , Seperti dana olahan lahan itu ratusan hektar mas, kalau bener di X kan 900 ribu itu Ratusan juta , Dikemanakan uang tersebut, sedangkan lahan kami olah pakai dana pribadi,” Ungkapnya sambil menarik napas .

Ditempat terpisah salah satu tokoh masyarakat kampung Medasari yang namanya minta tidak di publikasikan ,juga menyuarakan terkait hal tersebut,

“Menurut saya untuk mengungkapkan atas dugaan tersebut diatas, Diminta kepada dinas pertanian dan pihak Kodim kabupaten Tulangbawang agar bisa melakukan pemantauan dengan serius, karna pekerjaan tersebut di dampingi oleh Dinas Pertanian dan TNI dengan instruksi langsung dari dirjen pertanian, untuk mengawal dan mendampingi terkait kegiatan tersebut,” tuturnya

Masih kata tokoh masyarakat, ” Jangan hanya di kampung Medasari saja, Satu kecamatan Rawajitu Selatan, Se kabupaten Tulangbawang khususnya harus bisa benar-benar dikawal agar penyaluran apapun itu Bantuan bisa benar-benar manfaatnya dirasakan oleh kelompok pertanian sesuai dengan harapan kementrian pertanian

Seperti yang terjadi di kampung Medasari ini tentunya menjadi pertanyaan hangat di kalangan Publik, Tentunya publik bertanya jika pekerjaan tersebut di dampingi dan diawasi oleh pihak Dinas dan TNI kenapa masih ada dugaan praktek indikasi penyalah gunaan jabatan dan wewenang serta terindikasi korupsi yang diduga dilakukan kepengurusan Gapoktan Medasari, Lalu dimana pengawasan dari pihak instansi Dinas terkait yang telah MOU, sehingga masih ada keluhan keluhan dari kelompok pertanian yang berhak menerima bantuan, tapi diduga tidak menerima ,’ungkapnya dengan tegas

Diminta kepada Instansi terkait agar bisa menjadikan hal tersebut sebuah perhatian khusus, Dan menjadikan pemberitaan ini sebagai langkah awal, untuk melakukan kroscek dilapangan agar bisa mengungkap sebuah kebenaran, Jika hal tersebut dibiarkan maka pertanian di kabupaten Tulangbawang akan semakin rusak, Gimana petani mau sejahtera kalau bantuan dari Kementrian diduga dijadikan sebuah ajang penyelewengan,,,,!Nantikan kelanjutan informasi diedisi berikutnya.

 

Red

Berita Terkait

Rehab RTLH ,Satgas TMMD 128 Kodim 0203/Lkt Wujudkan Hidup Sehat Ibu Rida Wahyuni,Hasilnya 32%
Pungutan Perpisahan Sekolah Bisa Jadi Pungli: Ketua Bidang Pendidikan PWMOI Pekanbaru Desi Novita: Stop Bebani Orang Tua!
Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda
Wujudkan Generasi Qurani, Datuk Seri Muspidauan dan Panglima Muhammad Nasir Dukung Penuh Khatam Al-Quran Zuriat Marhum Pekan
DPRD Pati Murka! Dugaan Pungli Rp300 Ribu di SMPN 1 Tayu Diminta Diusut Ombudsman
Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Dukung Penindakan, Bea Cukai Riau Musnahkan Barang Selundupan Senilai Rp44 Miliar
Gelanggang Ayam “Vallas Arena” Rumbai Barat, Murni “Non Judi”

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:09 WIB

Polemik PETI Aek Nabara Kian Memanas, Oknum BPD Bungkam Disorot dan Camat Batang Natal Didesak Bertindak

Jumat, 24 April 2026 - 23:09 WIB

Kapolres Simalungun Hadiri Apel Akbar Sabuk Kamtibmas Polda Sumut: Wujud Nyata Sinergitas Polri Dan Masyarakat Jaga Stabilitas Keamanan

Jumat, 24 April 2026 - 23:06 WIB

Berawal dari Keluhan Pasien, Bidan Afita Soroti Pentingnya Skincare Aman untuk Bumil dan Busui

Jumat, 24 April 2026 - 23:06 WIB

Polsek Gunung Malela Bongkar Jaringan Kriminal Serbabisa, Kapolres Simalungun Apresiasi Kinerja Tim

Jumat, 24 April 2026 - 23:03 WIB

Penangkapan Sebelum Laporan Polisi, Kuasa Hukum Sebut Kasus Wartawan Amir Cacat Hukum Total

Jumat, 24 April 2026 - 22:52 WIB

Honduras Resmi Bekukan Pengakuan terhadap “SADR”, Dukung Kedaulatan Maroko

Jumat, 24 April 2026 - 22:48 WIB

Atasi TPA Overload, Kodim 0735/Ska Gerakkan Strategi Integratif Kelola Sampah di Kota Surakarta

Jumat, 24 April 2026 - 22:48 WIB

“Terima Kasih Polsek Tanah Jawa!” — Warga Puji Kinerja Humanis Polsek Tanah Jawa Polres Simalungun Yang Tuntas Mediasi Masalah Rumah Tangga Dalam Semalam  

Berita Terbaru