Tulang Bawang – Diduga kuat bantuan dana olahan lahan rawa petani tahun 2025 dengan nilai ratusan juta rupiah diduga telah digelapkan oknum ketua Gapoktan kampung Andalas Cermin, dengan tujuan untuk memperkaya diri.
Hal tersebut diketahui saat awak media melakukan sosial kontrol dibidang pertanian dikampung Andalas Cermin, awak media berbincang dengan beberapa petani di area persawahan tepat pada lahan yang telah mendapatkan bantuan Oplah,
Seperti yang dikatakan (TG) Masyarakat khusus pertanian kampung Andalas Cermin sangat mengeluhkan perekonomiannya, yang semakin sulit, Lalu awak media mempertanyakan terkait bantuan dari Kementrian pertanian yang melalui Dinas Pertanian Tulangbawang dan tersalurkan kepada ketua Gapoktan kampung Andalas Cermin yang akrap disapa Pak Nur sebesar 900 ribu rupiah per hektar tujuan membantu petani untuk mengolah lahan yang masuk dalam Oplah tahun 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“TG menjawab, “Ah yang benar aja bang atas apa yang Abang katakan ini, karna semua kita yang punya lahan ini mengolah lahan pakai duit masing – masing duit pribadi, Alangkah tega nya pak Nur kalau memang itu ada, sampai gak diberikan kepada kami, Demi Allah bang saya, ngolah lahan saya ini, istri saya ambil bank Mekar, saya ini petani yang paling miskin di kampung Andalas Cermin ini,
“Kalau dia 900 ribu per hektar ya Allah laju kaya oknum oknum pengurus kelompok tani ini, alangkah banyak nya duit itu, kalau mau dihitung lebarnya lahan yang masuk oplah tahun 2025 ini bisa beli mobil baru mereka,”Tuturnya Tg
Ditempat terpisah, namun masih di lingkup lahan persawahan Kampung Andalas Cermin, Hal senada yang disampaikan (KS) saat ditemui awak media di lahan rawa petani miliknya Mengatakan
“Sumpah demi allah saksi langit dan bumi pak kalau saya sudah menerima uang sepeser pun, Baik dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Tulangbawang atau dari Mas Pur selaku ketua Gapoktan kampung Andalas Cermin ini, Sampai detik ini jangan kan mereka ngasih uang, Ngasih informasi aja gak, Kalau ada bantuan untuk olahan lahan buat kami yang punya lahan ini,” Paparnya
Ks menambahkan ” Kalau memang benar ada bantuan 900 ribu per hektar guna untuk olahan lahan ini, Tunggu aja dalam waktu dekat saya akan ajak semua petani yang punya lahan pertanian dikampung Andalas Cermin ini ke Balai Kampung Andalas Cermin guna minta bantuan kepada pak Lurah untuk memanggil Mas Nur selaku Ketua Gapoktan, Guna menanyakan dikemanakan dana tersebut,
Dan jika dalam waktu dekat dana olahan itu tidak dibagikannya kepada petani, Maka kami menyatakan Semua Kelompok tani Kampung Andalas Cermin dan mungkin satu Kecamatan Rawa Pitu Dalam waktu dekat kami menyatakan akan Orasi besar-besaran didepan kantor Dinas pertanian dan kantor DPRD serta Kantor Bupati kabupaten Tulangbawang, biar heboh dulu dunia ini,
“Enak amat dia orang yang makan duitnya sedangkan nama kami yang jadi tumbal untuk menjemput bantuan, Percuma Pemerintah memberikan bantuan di kampung Andalas Cermin ini, Hanya untuk mensejahterakan oknum oknum pengurus kelompok tani,
“Kami udah merasa bosan dibohongi, mesin pompa air ini aja ini nebus mas jadi gak ada yang gratis, Ditambah dana olahan lahan ini, ratusan hektar mas, kalau di kalikan 900 ribu itu Ratusan juta uang nya, Dikemanakan uang tersebut, sedangkan lahan kami olah pakai dana pribadi,” Ungkapnya sambil menarik napas .
Ditempat terpisah salah satu tokoh masyarakat kampung Andalas Cermin, yang namanya tidak mau di publikasikan, juga menyuarakan terkait hal tersebut,
“Menurut saya untuk mengungkapkan atas dugaan tersebut diatas, satu satu nya jalan Demo dulu didepan kantor Dinas terkait,Kita pertanyakan dengan mereka dikemanakan dana untuk olahan rawa tersebut,”tegasnya
Masih kata tokoh masyarakat, ” Jangan hanya di kampung Andalas Cermin saja, Satu kabupaten Tulangbawang khususnya Kelompok tani Kampung Andalas Cermin, harus bisa benar-benar dikawal agar penyaluran apapun itu Bantuan bisa benar-benar manfaatnya dirasakan oleh kelompok pertanian sesuai dengan harapan kementrian pertanian
“Seperti yang terjadi dana olahan lahan di kampung Andalas Cermin ini tentunya menjadi pertanyaan hangat di kalangan Publik, Tentunya publik bertanya jika pekerjaan tersebut di dampingi dan diawasi oleh pihak Dinas pertanian kabupaten Tulangbawang kok bisa ada kesempatan bagi oknum ketua Gapoktan mengelapkan dana tersebut,
Awak media mengunjungi kediaman ketua Gapoktan kampung Andalas Cermin, Dengan harapan bisa ketemu dengan ketua Gapoktan yang akrap disapa Pak Nur, Namun sesampai awak media dikediamannya Rumah dalam keadaan sepi, seakan tak dihuni lagi,
“Awak media mencoba melakukan kordinasi sekaligus konfirmasi melalui WhatsApp dengan nomor tujuan 0853-8127-xxxx, Namun pesan hanya dibaca tapi tidak dibalas Alias Cuek Bebek. Sampai berita ini diterbitkan oknum ketua Gapoktan kampung Andalas Cermin tidak dapat di konfirmasi.
Diminta kepada Instansi terkait agar bisa menjadikan hal tersebut sebuah perhatian khusus, Dan menjadikan pemberitaan ini sebagai langkah awal, untuk melakukan kroscek dilapangan agar bisa mengungkap sebuah kebenaran, Jika hal tersebut dibiarkan maka Citra pertanian di kabupaten Tulangbawang akan semakin rusak, Gimana petani mau sejahtera kalau bantuan dari Kementrian diduga dijadikan sebuah ajang penyelewengan,,,,!Nantikan kelanjutan informasi di edisi berikutnya.
(Darsani)


































