Belum Usai Kasus SMA Negeri 1 Berastagi, Kini Giliran SMK Negeri 1 Merdeka, Belasan Siswa Masih Terbaring Lemas di RS Amanda Berastagi
Tanah Karo, AgaraNews. Com // Harapan orang tua akan makanan sehat dan bergizi untuk anaknya di sekolah, berubah menjadi kecemasan di ruang Instalasi Gawat Darurat.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang tumbuh kembang anak bangsa, kembali meninggalkan pilu di Kabupaten Karo. Belum kering air mata penanganan kasus dugaan keracunan di SMA Negeri 1 Berastagi dan Yayasan Bersama, kejadian serupa kembali terulang dengan korban yang lebih banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kali ini, tangis itu datang dari SMK Negeri 1 Merdeka, yang beralamat di Jalan Hotel/Jalan Pendidikan No.1, Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo. Puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pada jam makan siang, Senin (14/9/2026).
Informasi yang dihimpun Tim Agaranew.cpm di lapangan menggambarkan kepanikan. Satu per satu siswa mengeluhkan mual, pusing, dan sakit perut hebat tak lama setelah menyantap makanan. Pihak sekolah yang panik segera melarikan para siswa menggunakan mobil operasional dan ambulans menuju RS Amanda Berastagi.
Hingga Senin sore, suasana haru menyelimuti RS Amanda. Puluhan siswa masih terbaring lemas dengan selang infus di tangan, sementara orang tua mereka berdatangan dengan wajah cemas menunggu kabar dari tim medis. Beberapa siswa lain dilaporkan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan awal.
“Anak saya tadi pagi berangkat sehat-sehat saja Pak. Pulang sekolah katanya dapat makan gratis, tapi sekarang malah di infus. Kami jadi takut,”* ujar salah satu orang tua siswa yang ditemui di RS Amanda dengan suara bergetar, enggan disebutkan namanya.
Kejadian ini sontak menambah daftar panjang catatan kelam implementasi program MBG di Karo. Pertanyaannya kini bukan lagi soal gizi, melainkan soal keamanan pangan.
Disdik Sumut Benarkan, Data Korban Masih Didata
Kebenaran kejadian ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara, Zulkarnain Barus, S.Pd., M.Pd.
Saat dihubungi AgaraNews.comn Zulkarnain membenarkan laporan tersebut.
“Laporan dari kepala sekolah memang betul (keracunan MBG). Kasi SMK sedang berada di sekolah untuk mendapat laporan utuh,” kata Zulkarnain.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak Cabang Dinas belum bisa merinci jumlah pasti korban dan menu apa yang menjadi pemicu.
“Saya belum menerima data, termasuk jumlah korban dan menu MBG yang diduga menyebabkan para siswa mengalami keracunan,”ujarnya singkat.
Kepala Sekolah Bungkam, Dinkes dan Penyedia MBG Belum Bersuara
Upaya konfirmasi kepada Kepala SMK Negeri 1 Merdeka, Mbina Bangun, belum membuahkan hasil. Pesan dan panggilan telepon wartawan belum dijawab.
Kini publik menanti langkah tegas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karo untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan, serta transparansi dari pihak SPPG/penyedia MBG terkait standar pengolahan, kebersihan, dan rantai distribusi.
Masyarakat Karo berharap, program mulia ini tidak terus memakan korban. Jangan sampai niat baik memberi gizi gratis, justru berakhir di ranjang rumah sakit.
Evaluasi total, pengawasan ketat, dan jaminan keamanan pangan harus menjadi harga mati. Karena tidak ada gizi yang berarti jika taruhannya adalah kesehatan dan nyawa anak-anak kita. ( Donal)















