Dugaan Oknum PNS Dinas KB Lingga Bayu Terlibat PETI dan Penampungan Emas Disorot

LIA HAMBALI

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 07:20 WIB

50222 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madina, AgaraNews. Com //.Dugaan keterlibatan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menjadi sorotan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang disebut bertugas di Dinas Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Lingga Bayu, berinisial KM, warga Batu Loting, diduga terlibat dalam aktivitas pertambangan emas tanpa izin di wilayah tersebut.

KM disebut-sebut bukan hanya sebagai pihak yang menyediakan lokasi, tetapi juga diduga memiliki alat berat yang digunakan untuk aktivitas pertambangan serta terlibat dalam pembelian atau penampungan emas yang diduga berasal dari aktivitas PETI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi tersebut disampaikan seorang warga Lingga Bayu yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan karena alasan keamanan.

«“Dia itu pegawai Dinas KB, PNS, tapi juga pemain PETI. Alat berat dan mesin ada di sana. Dia juga saya dengar membeli emas hasil tambang dari warga,” ungkap sumber tersebut.»

Namun, informasi mengenai dugaan kepemilikan alat berat, keterlibatan dalam aktivitas PETI, maupun dugaan penampungan emas tersebut masih memerlukan verifikasi dan pembuktian dari aparat penegak hukum serta instansi berwenang.

Praktisi Hukum: Jika Terbukti, Harus Diproses

Praktisi hukum Hasbi Hasibuan saat dikonfirmasi media menilai dugaan keterlibatan ASN dalam aktivitas pertambangan tanpa izin harus ditindaklanjuti secara serius apabila ditemukan bukti yang cukup.

Menurutnya, aktivitas pertambangan tanpa izin dapat menimbulkan konsekuensi pidana berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pertambangan. Sementara bagi ASN, apabila terbukti melakukan pelanggaran, juga dapat dikenakan sanksi kepegawaian sesuai ketentuan disiplin ASN.

“Kalau benar terbukti terlibat dalam aktivitas PETI, tentu harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Status sebagai ASN tidak boleh menjadi penghalang untuk penegakan hukum,” ujarnya.

Hasbi juga mendorong agar apabila dugaan tersebut terbukti, instansi terkait melakukan pemeriksaan terhadap asal-usul kekayaan maupun kepemilikan aset yang berkaitan dengan aktivitas tersebut sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.

“Kalau terbukti ikut bermain PETI, harus ditindak tegas. Harta kekayaannya juga perlu diaudit sesuai aturan,” tegasnya.

Pemda dan APH Diminta Tidak Tutup Mata

Dugaan keterlibatan oknum ASN dalam aktivitas PETI dinilai perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal maupun aparat penegak hukum.

Selain dugaan aktivitas penambangan tanpa izin, informasi mengenai dugaan pembelian atau penampungan emas hasil tambang juga dinilai perlu diverifikasi melalui penyelidikan yang profesional dan berdasarkan bukti.

Masyarakat berharap tidak ada pihak yang kebal hukum, termasuk apabila dugaan tersebut mengarah kepada aparatur pemerintah.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya menghubungi KM, pegawai Dinas KB Lingga Bayu yang disebut dalam informasi tersebut, untuk memperoleh klarifikasi dan hak jawab. Namun, yang bersangkutan belum berhasil dikonfirmasi.

Berita ini akan diperbarui apabila pihak KM, Dinas KB, Pemerintah Kecamatan Lingga Bayu, maupun aparat penegak hukum memberikan keterangan atau klarifikasi.(Lia Hambali)

Reporter : Magrifatulloh

Berita Terkait

Kejari Karo Ikuti FGD Virtual Perkuat Pengawasan Penuntut Umum Terhadap Proses Penyidikan dan Penuntutan 
Kejari Karo Gelar Program Jaksa Sahabat Pendidik di SDN 040448 Kabanjahe, Kajari Edmond : Jaksa Hadir Sebagai Sahabat Bukan Untuk Menakuti 
Kawal Pembangunan Pendidikan, Kajari Karo Edmond Purba Monitoring RKB SDN 040448 Kabanjahe
Martha Tilaar Tinggalkan Warisan Budaya Jamu Terkenal Sampai Mancanegara
Sosok AKBP Ade Gita Rachmadi Lulusan Akpol 2008 Yang Kini Pimpin Polres Abdya
KPK Layangkan Panggilan Ulang Kedua untuk Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terkait Kasus Suap HGB
Wabup Bone Hadiri Pelantikan PWI Sulsel, Terima Penghargaan untuk Bupati Bone 
Hadir di Tengah Kesulitan Warga, Kodim Boyolali Salurkan Bantuan Air Bersih di Kemusu

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Kejari Karo Ikuti FGD Virtual Perkuat Pengawasan Penuntut Umum Terhadap Proses Penyidikan dan Penuntutan 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Kejari Karo Gelar Program Jaksa Sahabat Pendidik di SDN 040448 Kabanjahe, Kajari Edmond : Jaksa Hadir Sebagai Sahabat Bukan Untuk Menakuti 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Kawal Pembangunan Pendidikan, Kajari Karo Edmond Purba Monitoring RKB SDN 040448 Kabanjahe

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Martha Tilaar Tinggalkan Warisan Budaya Jamu Terkenal Sampai Mancanegara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Sosok AKBP Ade Gita Rachmadi Lulusan Akpol 2008 Yang Kini Pimpin Polres Abdya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Wabup Bone Hadiri Pelantikan PWI Sulsel, Terima Penghargaan untuk Bupati Bone 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Hadir di Tengah Kesulitan Warga, Kodim Boyolali Salurkan Bantuan Air Bersih di Kemusu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Kabar Duka : Pendiri Sariayu Martha Tilaar Berpulang di Usia 89 Tahun 

Berita Terbaru