Jakarta, AgaraNews.com // Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Yuka Afrianto, menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan kepastian kepada para mitra yang telah menyiapkan modal dan fasilitas untuk mendukung program tersebut, Senin (6/10/2026).
Menurut Yuka, pada awalnya sebagian mitra tidak langsung bersedia bekerja sama karena masih mempertanyakan kepastian program. Namun, setelah melihat MBG sebagai salah satu program unggulan pemerintah, para mitra akhirnya ikut berpartisipasi.
“Awalnya kita sebagai mitra tidak mau kerja sama sama pemerintah karena tidak ada kejelasan yang pasti. Tapi seiring waktu, karena ini salah satu program unggulan pemerintah, kita ikut membantu untuk menyukseskan program ini,” kata Yuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yuka mengatakan, keterlibatan para mitra dilakukan dengan harapan adanya kepastian mengenai pengembalian modal dan insentif yang menjadi bagian dari kerja sama.
Harapannya kan ada yang dijanjikan kepada para mitra, dalam bentuk insentif. BEP-nya itu kita dijadikan dua tahun sudah balik modal,” tambahnya.
Menurutnya, para mitra telah mengeluarkan modal dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan pinjaman bank, aset pribadi, maupun tabungan.
“Pemerintah tidak punya modal, makanya melibatkan investor. Makanya kita terlibat di sini. Awalnya kita enggak mau, tapi karena mereka yang datang, bahkan ada yang datang sampai tiga kali, akhirnya kita ikut,” katanya lagi.
Yuka mengaku persoalan mulai dirasakan ketika para mitra telah melakukan persiapan dan percepatan sesuai kebutuhan program, tetapi kemudian muncul ketidakjelasan mengenai kelanjutannya.
“Begitu kita sudah melakukan percepatan, malah kita ditinggal. Maksudnya, kita harus punya kepastian juga dalam hal ini,” lanjutnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat modal sejumlah mitra tertahan.
Beberapa teman-teman untuk permodalan ada yang pinjam bank, ada yang pakai aset pribadi, ada yang pakai tabungannya. Karena enggak ada kejelasan, uangnya mandek semua di sana. Kalau memang ini dibuka lagi, dapurnya enggak masalah. Jalankan saja. Tapi kalau memang tidak dilanjutkan, balikin modal kami. Itu saja permintaannya,” keluh Yuka.
Karena itu, ia berharap pemerintah memberikan pilihan yang jelas kepada para mitra.
Yuka juga menyampaikan harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto agar para mitra yang telah ikut mengambil bagian dalam program MBG turut diperhatikan.
“Harapannya sama Pak Prabowo, harus diperhatikan juga rakyat-rakyatnya yang ikut andil dalam programnya. Jangan seakan-akan kita yang dijadikan seperti penjahat,” ujarnya.
Terkait dinamika dan kegaduhan dalam pelaksanaan program, Yuka memilih tidak memberikan penilaian terhadap persoalan pribadi pihak tertentu.
“Kalau soal dosa pribadi mereka, kita enggak bisa menilai lebih jauh. Setiap pemerintah pasti ada baiknya, ada buruknya,” katanya.
Yuka menegaskan bahwa yang dibutuhkan para mitra bukan tuntutan yang berlebihan, melainkan kepastian mengenai keberlanjutan program dan nasib modal yang telah dikeluarkan.
“Sebagai mitra, kita cuma butuh kepastian. Program ini mau dilanjutkan, tolong jalankan dapur-dapur yang sudah persiapan. Atau kembalikan modal para mitra. Itu saja. Kita enggak harap lebih kok. Ada dua pilihan itu,” tutupnya. (Lia Hambali)
Reporter : Supriyadi




















