
Kutacane, agaranews,Com-
Bupati Aceh Tenggara, Muhammad Salim Fakhry, didampingi Kadis PUPR, Sadli, Camat Ketambe, Miftahul Khairi, PJU III Aceh, Jaya Juliadi, memberikan Sosialisasi Tahapan rencana Pembangunan Jembatan di Desa Bukit Baru Kecamatan Ketambe dengan masyarakat, Kamis( 29/5/2025)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, menyampaikan kepada masyarakat Desa Bukit Baru Kecamatan Ketambe khususnya kepada warga yang lahannya terpakai untuk pembangunan jembatan tersebut, agar melakukan musyawarah untuk menyetujui pembebasan lahan sebagai tahapan awal dalam pembangunan jembatan tersebut.
,” Kehadiran kami selaku pimpinan Daerah disini untuk mengatasi keluhan dan kebutuhan masyarakat yang selama ini merasa resah seringnya terjadi banjir ketika musim penghujan akibat rendahnya jembatan yang ada sekarang ini,” kata Bupati Salim Fahkry
Selain itu juga, Salim Fakhry memastikan bagi warga yang terpakai lahan maupun rumahnya, untuk pembangunan jembatan akan diganti rugi sesuai dengan perhitungan tim apresial yang dibentuk nantinya sehingga tidak merugikan bagi warga tersebut, jelasnya.
Sementara itu, Salim Fakhry juga berharap kepada masyarakat agar mendukung pembangunan jembatan ini, agar rasa khawatir selama ini sering terjadi banjir akibat rendahnya jembatan sekarang ini akan teratasi setelah jembatan ini nanti dibangun, ujar Bupati
Sebelumnya kata Bupati, sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang akan direncanakan pembangunan jembatan, yakni, Jembatan Lawe Sigala- Gala dan Jembatan Kuning beberapa waktu yang lalu, mudah- mudahan masyarakat di Desa Bukit Baru ini juga akan menyetujui sama seperti Desa lainnya.ungkap Salim Fakhry.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat yang hadir setuju adanya pembangunan jembatan di Desa mereka, mengingat selama ini ketika musim penghujan sering banjir menggenangi jalan dan rumah mereka akibat tersumbatnya kolong jembatan tersebut, meskipun dalam sosialisasi ini tidak hadir semua warga yang terpakai lahannya, akan secepatnya kami lakukan musyawarah bersama dengan kepala Desa, kata mereka( Sopian Selian)
Sementara itu ULP III Aceh, Jaya Juliadi menyampaikan secara teknis gambar jembatan yang akan dibangun, luas lahan yang dibutuhkan 175 meter, lebar 9,5 kekiri dan kekanan, panjang jembatan tersebut 16 meter dan tinggi 4 meter dari permukaan air.
Maka untuk itu, Jaya berharap kepada warga yang terpakai lahannya, dalam pembangunan jembatan ini, untuk menyetujui dalam tahap pembebasan, supaya disaat pengerjaan nanti tidak ada lagi yang merasa keberatan dan hambatan lainnya, tegasnya
sopian


































