Kutacane,agaranews.com
Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh melalui Bupatinya, Muhammad Saleh Selian, secara tegas meminta Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tenggara untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan Dana Desa (DD) di seluruh wilayah Kecamatan Leuser untuk tahun anggaran 2023 dan 2024. Permintaan ini dilatarbelakangi oleh mencuatnya isu dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang diduga melibatkan seorang oknum mantan camat.
Dalam rilis resmi yang disampaikan kepada media, Muhammad Saleh menekankan bahwa permintaan ini bukan semata-mata bentuk kritik, melainkan upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik di tingkat desa.
> “Kami mendukung sepenuhnya program dan kebijakan Bupati Aceh Tenggara dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, kami mendorong Polres Aceh Tenggara untuk tidak ragu memeriksa Dana Desa di Kecamatan Leuser agar terang-benderang dan tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat,” ujar Muhammad Saleh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menambahkan bahwa dugaan pungli ini telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan media sosial, khususnya di platform Facebook. “Sudah menjadi kewajiban moral bagi kami di LIRA untuk menyuarakan keresahan publik serta memastikan bahwa dana desa benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, bukan dijadikan ladang pungutan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Saleh berharap pihak penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan independen dalam mengusut laporan-laporan yang muncul dari masyarakat, termasuk dugaan aliran dana yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat sipil, melalui lembaga seperti LIRA, terus mengawasi proses pembangunan dan tata kelola keuangan desa. LIRA juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan dana di lingkungannya masing-masing.
“Ini adalah momentum bersama untuk memperbaiki sistem. Kita ingin Aceh Tenggara menjadi daerah yang benar-benar bersih dan hebat, sebagaimana visi yang diusung oleh pimpinan daerah saat ini,” pungkas Muhammad Saleh Selian.
(Red)
































