Kantor Desa Kosong Karena Zoom Meeting, Pelayanan Publik di Mandailing Natal Jadi Sorotan,..!!!

LIA HAMBALI

- Redaksi

Senin, 21 Juli 2025 - 15:44 WIB

50340 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Madina, AgaraNews. Com // Pelayanan publik di beberapa desa di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, menjadi sorotan setelah ditemukan dalam kondisi tertutup saat jam kerja. Hal ini memicu keresahan di kalangan masyarakat yang merasa pelayanan pemerintahan di tingkat desa mulai mengabaikan kewajibannya.

Berdasarkan pantauan dan laporan warga, setidaknya tiga kantor desa, yakni Desa Purba Baru, Bangun Purba, dan Aek Marian MG, tampak tidak beroperasi seperti biasa. Tidak ada aktivitas pelayanan, tidak ada aparatur desa yang menyambut kedatangan masyarakat, dan pintu kantor tampak tertutup rapat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut membuat sejumlah warga kecewa. Beberapa di antaranya mengaku datang jauh-jauh untuk mengurus dokumen penting, namun harus pulang tanpa hasil. “Kami pikir hari ini kantor desa buka seperti biasa. Tidak ada pengumuman apa-apa. Ternyata kosong. Ini sangat mengecewakan,” ujar seorang warga Desa Aek Marian yang enggan disebut namanya.

Saat dikonfirmasi wartawan, Camat Lembah Sorik Marapi memberikan keterangan singkat melalui pesan WhatsApp. Ia menyebut bahwa para kepala desa dan perangkatnya sedang mengikuti kegiatan daring. “Lagi pada Zoom, dek,” tulis camat singkat tanpa penjelasan detail mengenai jenis kegiatan, durasi, serta kebijakan pengganti layanan kepada masyarakat.

Keterangan tersebut justru memicu tanda tanya lebih besar. Pakar kebijakan publik, Dosen Ilmu Pemerintahan dari salah satu perguruan tinggi di Sumatera Utara yang dimintai tanggapan, menyebut bahwa pelayanan desa harus tetap berjalan meskipun ada kegiatan internal. “Zoom meeting bisa diatur agar tidak mengganggu pelayanan. Minimal ada petugas piket di kantor desa. Kalau semuanya tutup, ini bisa dikategorikan sebagai kelalaian administratif,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari kepala desa maupun camat terkait mekanisme pelayanan yang tertunda atau rencana kompensasi waktu layanan untuk warga yang dirugikan.(Magrifatuoh/Lia Hambali)

Berita Terkait

Menyongsong Hari Buruh : Takdir Ketimpangan dari Kebijakan Negara
Respon Cepat Polres Karo! Barak Narkoba dan Judi di Perladangan Sukatendel Dibongkar
Deli Serdang Gandeng Badan Narkotika Nasional Perkuat Perangi Narkoba
Padusi Tapa Ketangguhan Seorang Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi
Kasab, Cinta dan Pengabdian Dedikasi Istri Prajurit untuk Budaya Aceh
Padusi Tapa: Ketangguhan Seorang Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Capai Progres 16,23 Persen, Dukung Konektivitas Antar Desa Antar Kecamatan
Wujud Pendampingan, Babinsa Bantu Petani Bajak Sawah Percepat Pertanian

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:27 WIB

Menyongsong Hari Buruh : Takdir Ketimpangan dari Kebijakan Negara

Rabu, 29 April 2026 - 09:22 WIB

Respon Cepat Polres Karo! Barak Narkoba dan Judi di Perladangan Sukatendel Dibongkar

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WIB

Deli Serdang Gandeng Badan Narkotika Nasional Perkuat Perangi Narkoba

Rabu, 29 April 2026 - 09:03 WIB

Padusi Tapa Ketangguhan Seorang Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi

Rabu, 29 April 2026 - 08:59 WIB

Kasab, Cinta dan Pengabdian Dedikasi Istri Prajurit untuk Budaya Aceh

Rabu, 29 April 2026 - 08:46 WIB

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Capai Progres 16,23 Persen, Dukung Konektivitas Antar Desa Antar Kecamatan

Rabu, 29 April 2026 - 08:43 WIB

Wujud Pendampingan, Babinsa Bantu Petani Bajak Sawah Percepat Pertanian

Rabu, 29 April 2026 - 08:38 WIB

Ringankan Beban Warga Desa Binaan Babinsa Turut Bantu Bangun Rumah

Berita Terbaru