Tanah Karo,Agaranews.com //
Mungkin takut ketahuan modus Mark-up pembangunan gedung polindes desa Sikodon-Kodon Kecamatan Merek Kabupaten Karo yang dilakoni Kepala Desa, Hotnida Br Sinaga.Sandiwara tersebut berjalan mulus tanpa menghiraukan pengawasan Badan Permusyawahan Desa (BPD) dan Camat Kacamatan Merek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembangunan Gedung Polindes yang berukuran lebar 6 meter dan panjang 13,5 meter dengan menggunakan anggaran dari dana desa tahun 2024 sebesar Rp 345 juta lebih sebelum diberitakan terlihat cat sudah pudar karena hanya dilakukan cat dasar saja ,serta sebagian dinding bagian luar sebelah kanan belum siap diplester.
Setelah diberitakan menjadi viral adanya dugaan Mark-up pembangunan gedung polindes itu, dan takut belangnya tercium Aparat Penegak Hukum (APH) dengan gerak cepat (Gercep) kepala desa langsung mengerahkan tukang untuk melakukan pengecatan ulang dan plaster dinding yang belum selesai seratus persen tersebut.
Menurut salah satu warga (LS), kami menduga telah terjadi modus Korupsi dan bagi bagi nya secara masif ke oknum oknum terkait dan pemerintahan di atasnya karena sampe sekarang tidak ada pemeriksaan, ujar warga kesal.
Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Desa Sikodon-Kodon Kecamatan Merek, Senin ( 28/07/2025) melalui selulernya pukul 16.46 wib tidak menjawab sejumlah pertanyaan wartawan .(RG


































