Kutacane –agaranews.com
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 Tahun Anggaran 2025 yang digelar Kodim 0108/Aceh Tenggara di Desa Rikit Bur Dua, Kecamatan Bukit Tusam, telah memasuki hari-hari terakhir pelaksanaannya. Sejumlah pekerjaan akhir terus dikebut, termasuk pengecatan tugu prasasti yang menjadi simbol monumental hasil pelaksanaan program TMMD.
Rabu (20/8/2025), satu hari menjelang upacara penutupan resmi yang akan digelar pada Kamis, 21 Agustus 2025, anggota Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu menyelesaikan pengecatan tugu yang terletak di titik nol jalan hasil pengecoran TMMD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tugu tersebut tidak hanya menjadi penanda fisik keberhasilan program, tetapi juga simbol kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Warna hijau khas TNI atau army green dipilih sebagai cat utama untuk melapisi tugu.
Menurut keterangan dari Satgas di lapangan, warna hijau TNI dipilih bukan tanpa alasan. Selain identik dengan identitas dan semangat militer, warna tersebut juga memiliki makna yang dalam.
“Warna hijau army adalah lambang kekuatan, ketahanan, dan pembaruan. Ini menggambarkan semangat TMMD yang bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun semangat masyarakat dalam membangun desa,” ujar salah satu anggota Satgas.
Secara psikologis, warna hijau kerap dikaitkan dengan alam dan ketenangan. Warna ini memberi kesan damai, stabil, dan harmonis — senada dengan filosofi pelaksanaan TMMD yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa.
“Melalui pengecatan tugu prasasti ini, kami ingin meninggalkan jejak simbolis yang bisa dikenang masyarakat. Ini bukan sekadar tugu, tetapi lambang kemanunggalan TNI dengan rakyat, yang telah terjalin erat selama pelaksanaan program TMMD,” lanjutnya.
Selama satu bulan penuh, Satgas TMMD Reg ke-125 telah menjalankan berbagai pembangunan fisik seperti pengecoran jalan, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), serta kegiatan non-fisik berupa penyuluhan, sosialisasi, dan edukasi masyarakat di berbagai sektor.
Penutupan program TMMD besok rencananya akan dihadiri oleh unsur Forkopimda Aceh Tenggara, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen yang terlibat dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
Dengan selesainya pengecatan tugu prasasti, maka seluruh rangkaian kegiatan TMMD Reg ke-125 secara teknis dapat dikatakan rampung. Masyarakat pun berharap bahwa program seperti ini akan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak desa terpencil yang membutuhkan pembangunan dan pemberdayaan.
Ady
































