Banda Aceh, agranews.com — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, H. Ali Basrah, S.Pd., M.M., menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh langkah-langkah strategis dalam pengembangan Universitas Gunung Leuser (UGL) sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi yang unggul di wilayah Aceh Tenggara.
Hal ini disampaikan saat menghadiri diskusi tertutup yang digelar di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, bersama para tokoh penting dunia pendidikan tinggi nasional. Diskusi tersebut melibatkan Rektor UGL, Dr. Indra Utama, M.Pd.; Ketua Umum Yayasan Pendidikan Gunung Leuser, Drs. Jamanuddin, M.AP.; serta para akademisi dan pejabat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yakni Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Khairul Munadi; Rektor USK, Prof. Dr. Marwan; Dekan Fakultas Kedokteran USK, Dr. dr. Syafrizal Rahman, SpOT; Prof. Tri Hanggoro dan Prof. Basyaruddin dari tim ahli Kemendikbudristek.
Pertemuan ini membahas berbagai isu strategis dalam pengembangan Universitas Gunung Leuser, mulai dari peningkatan mutu akademik, pembukaan fakultas baru seperti Fakultas Kedokteran, penguatan kelembagaan, hingga digitalisasi sistem manajemen kampus. Dalam forum tersebut, H. Ali Basrah memberikan pandangan penting dari sisi legislatif dan pembangunan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
> “Pendidikan tinggi adalah salah satu instrumen utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Universitas Gunung Leuser memiliki peran strategis di Aceh Tenggara. Sudah sepatutnya kita semua memberikan dukungan maksimal, baik dari sisi kebijakan, anggaran, maupun jejaring kerja sama,” ujar H. Ali Basrah.
Sebagai Wakil Ketua DPR Aceh yang berasal dari daerah pemilihan Aceh Tenggara, H. Ali Basrah menegaskan bahwa keberadaan dan kemajuan UGL bukan hanya menjadi kebutuhan lokal, tetapi juga bagian penting dari upaya pemerataan akses pendidikan tinggi di seluruh pelosok Aceh.
Ia menambahkan bahwa DPR Aceh siap mendorong kebijakan afirmatif untuk mendukung transformasi UGL melalui sinergi antara eksekutif, legislatif, dan pihak yayasan. Dukungan tersebut meliputi advokasi anggaran pendidikan, bantuan sarana dan prasarana, hingga kolaborasi dalam pengembangan program studi berbasis potensi daerah.
Sementara itu, Rektor UGL, Dr. Indra Utama, menyampaikan apresiasi atas dukungan moril dan politis yang diberikan oleh pimpinan DPR Aceh. Ia menilai bahwa kehadiran langsung H. Ali Basrah dalam diskusi bersama para akademisi tingkat nasional merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan pendidikan di wilayah tengah dan tenggara Aceh.
> “Universitas Gunung Leuser sedang bertransformasi menuju kampus modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dukungan dari tokoh-tokoh seperti Bapak H. Ali Basrah menjadi energi positif bagi kami untuk terus melangkah,” ucap Dr. Indra.
Dirjen Dikti, Prof. Khairul Munadi, juga memberikan tanggapan positif terhadap inisiatif pengembangan UGL. Ia menyebut bahwa Kemendikbudristek terbuka untuk memberikan pendampingan dan fasilitasi dalam berbagai bentuk, termasuk dalam hal peningkatan akreditasi, penyusunan kurikulum berbasis outcome, dan perluasan kerja sama institusional.
Diskusi tersebut diakhiri dengan kesepakatan membentuk tim koordinasi lintas institusi yang akan menyusun roadmap pengembangan UGL dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Rencana tersebut akan difokuskan pada upaya peningkatan mutu layanan pendidikan, pembukaan program studi prioritas, dan perluasan peran UGL dalam pengembangan masyarakat berbasis pendidikan.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk DPR Aceh, Kementerian, dan institusi pendidikan tinggi terkemuka seperti Universitas Syiah Kuala, Universitas Gunung Leuser diharapkan mampu tumbuh menjadi kampus unggulan yang berdampak luas bagi pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan daerah.
(Ady Gegoyong)

































