Bocor di Hulu : Tambang Emas Ilegal di Sekadau Diduga “Dibekingi”, Kapolda Diminta Tegas,..!!!

LIA HAMBALI

- Redaksi

Minggu, 5 Oktober 2025 - 21:34 WIB

50149 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Sekadau, Kalimantan Barat — Minggu, 5 Oktober 2025, AgaraNews.com // Aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) kembali marak di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Fakta di lapangan menunjukkan, janji pemberantasan PETI yang sebelumnya digaungkan oleh Kapolda Kalimantan Barat tampaknya belum terbukti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil laporan masyarakat kepada awak media pada Minggu (5/10/2025), ditemukan aktivitas tambang emas ilegal yang beroperasi aktif di Dusun Entabuk, Desa Entabuk, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau. Sedikitnya 50 set lanting atau mesin “jek” dilaporkan beroperasi secara terbuka di lokasi tersebut tanpa izin resmi.

Menurut sumber warga yang identitasnya dirahasiakan namun kredibel, kegiatan tambang itu diduga kuat dikendalikan oleh seorang cukong berinisial “A”. Aktivitas tersebut disebut-sebut mendapat dukungan logistik dari jaringan mafia pemasok BBM subsidi jenis solar, bahkan disuplai oleh oknum aparat kepolisian di wilayah Sekadau.

Setiap mesin wajib setor sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta untuk pemilik lahan, dan Rp500 ribu untuk pengurus lapangan. Aktivitas ini sudah jalan sekitar dua minggu, tapi aparat Polsek dan Polres Sekadau diam saja,” ungkap salah satu warga kepada media.

Lebih mengejutkan lagi, sumber tersebut menyebutkan bahwa oknum “A” mengklaim telah melakukan “koordinasi” dengan sejumlah pihak, mulai dari aparat penegak hukum hingga pejabat daerah.

Dia (A) bilang sudah aman karena sudah kasih setoran sampai ke atas, jadi tidak akan disentuh hukum,” ujar warga lain yang juga meminta identitasnya dirahasiakan.

Munculnya kembali aktivitas PETI di wilayah Dusun Entabuk, Desa Entabuk, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Warga mempertanyakan keseriusan aparat dalam menegakkan perintah Kapolda Kalbar yang sebelumnya berkomitmen memberantas tambang ilegal di seluruh wilayah hukum Kalimantan Barat.

Kalau rakyat kecil salah, cepat ditangkap. Tapi kalau yang punya modal dan beking, dibiarkan. Di mana keadilan?” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan jaringan mafia solar subsidi, yang disebut-sebut menyalurkan bahan bakar kepada para penambang. Mereka menduga ada oknum aparat yang turut menjadi “pelindung” aktivitas tambang ilegal tersebut.

Pertanyaan Publik yang Mengemuka

1.Siapa sebenarnya oknum aparat pemasok BBM subsidi kepada para penambang?

2.Siapa cukong dan pelindung utama di balik tambang ilegal ini?

3.Mengapa aparat di tingkat Polsek, Polres, hingga Pemda Sekadau terkesan tutup mata?

4.Apakah Kapolda Kalbar akan benar-benar menindak tegas, atau hanya sebatas janji?

Masyarakat mendesak agar penegakan hukum tidak hanya berhenti pada pekerja tambang di lapangan, tetapi juga menjerat aktor intelektual dan pelindung di balik layar.

Kalau aparat diam saja, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan. Ini bukan cuma soal lingkungan, tapi soal keadilan dan marwah hukum,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya menghubungi Kapolres Sekadau, pihak Pemda Sekadau, serta Humas Polda Kalbar untuk mendapatkan konfirmasi resmi, namun belum ada tanggapan yang diterima

Redaksi media ini membuka ruang hak jawab, hak klarifikasi, dan hak koreksi bagi semua pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Kasus ini menambah daftar panjang maraknya aktivitas tambang emas ilegal di Kalimantan Barat yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap komitmen penegakan hukum.

Kini publik menunggu bukti nyata dari janji pemberantasan PETI yang selama ini hanya terdengar di tataran wacana.     ( Lia Hambali)

Sumber: Warga Masyarakat Dusun Entabuk

Berita Terkait

Generasi Muda LDII Rungkut Kidul Edukasi Peduli Lingkungan Lewat Bank Sampah
Kades Buncitan Ditemukan Meninggal Dunia di Balai Desa
Waspada Konsumen, Perusahaan MDM di Sidoarjo Diduga Gunakan Logo Halal Palsu dan Label PT Bodong
Danramil 03/Dewantara Pimpin Langsung Pembangunan Balai Yayasan Miftahul Jannah
Konsolidasi DPD LDII Jakarta Utara : Dorong Kapasitas PC dan PAC setara DPP
PK PMII UIN Ar-Raniry Sukses Laksanakan MAPABA di STAI Tengku Chik Pante Kulu
Antisipasi Balap Liar, Polsek Padanghilir Patroli Bersinggungan Dengan Polsek Padanghulu
Geger! Makam Digali Orang Tak Dikenal, Polsek Gunung Malela Bergerak Cepat Pastikan Keamanan dan Ketenangan Warga

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 00:25 WIB

Generasi Muda LDII Rungkut Kidul Edukasi Peduli Lingkungan Lewat Bank Sampah

Senin, 4 Mei 2026 - 00:20 WIB

Kades Buncitan Ditemukan Meninggal Dunia di Balai Desa

Senin, 4 Mei 2026 - 00:13 WIB

Waspada Konsumen, Perusahaan MDM di Sidoarjo Diduga Gunakan Logo Halal Palsu dan Label PT Bodong

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:02 WIB

Danramil 03/Dewantara Pimpin Langsung Pembangunan Balai Yayasan Miftahul Jannah

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:49 WIB

Konsolidasi DPD LDII Jakarta Utara : Dorong Kapasitas PC dan PAC setara DPP

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:31 WIB

Antisipasi Balap Liar, Polsek Padanghilir Patroli Bersinggungan Dengan Polsek Padanghulu

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:29 WIB

Geger! Makam Digali Orang Tak Dikenal, Polsek Gunung Malela Bergerak Cepat Pastikan Keamanan dan Ketenangan Warga

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:26 WIB

Buron Dua Bulan, Pelaku Penganiayaan Bersenjata Arit Akhirnya Dibekuk Tim Reskrim Polsek Gunung Malela

Berita Terbaru

HEADLINE

Kades Buncitan Ditemukan Meninggal Dunia di Balai Desa

Senin, 4 Mei 2026 - 00:20 WIB