Madina, AgaraNews.com // Pemblokiran kontak wartawan oleh Kanit Reskrim Polsek Lingga Bayu setelah diminta klarifikasi tentang dugaan dukungan oknum aparat terhadap aktivitas tambang ilegal PETI di Sigala-gala Lingga Bayu memicu kecurigaan dan kritik publik. Pasalnya, Kanit Reskrim sebelumnya menyatakan ada dugaan oknum TNI membackup aktivitas PETI, namun kemudian dibantah oleh Dandim 0212/Tapanuli Selatan.
Kasus ini bermula ketika Kanit Reskrim Polsek Lingga Bayu menyatakan ada dugaan oknum TNI membackup aktivitas PETI di wilayah tersebut. Namun, pernyataan ini kemudian dibantah oleh Dandim 0212/Tapanuli Selatan, Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, yang menegaskan tidak ada anggota TNI yang terlibat dalam aktivitas tambang ilegal di Madina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemblokiran kontak wartawan ini memunculkan kritik tajam dari kalangan publik dan insan pers. Banyak yang mempertanyakan, apakah tindakan itu termasuk pelanggaran prinsip keterbukaan dan akuntabilitas penegakan hukum? Seorang tokoh masyarakat Lingga Bayu yang enggan menyebut nama menyayangkan sikap Kanit Reskrim: “Kalau tidak terlibat ya terbuka saja — blokir wartawan malah mendatangkan kecurigaan baru,” ujarnya.
Publik berharap Kapolres Mandailing Natal dapat mengevaluasi sikap bawahannya agar proses penegakan hukum di daerah tidak tercederai oleh tindakan individu yang terkesan menghindar dari tanggung jawab. Aktivitas PETI di Sigala-gala hingga kini masih berjalan, menimbulkan kerusakan lingkungan dan keraguan publik terhadap keseriusan aparat menindak praktik ilegal tersebut.
Dugaan keberpihakan aparat atau oknum yang bermain dalam bisnis tambang ilegal menyulitkan proses penertiban di lapangan. Publik mendesak agar aparat penegak hukum bertindak transparan dan profesional dalam menangani kasus ini.
Pemblokiran kontak wartawan oleh Kanit Reskrim Polsek Lingga Bayu memicu kecurigaan dan kritik publik. Publik berharap Kapolres Mandailing Natal dapat mengevaluasi sikap bawahannya dan bertindak transparan dalam menangani kasus PETI di Sigala-gala Lingga Bayu.(Tim)


































