Cilacap, AgaraNews.com // Proyek Optimasi Lahan Non Rawa di Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu, A, Cilacap, telah memicu kontroversi nasional karena dugaan minimnya transparansi dan kualitas konstruksi yang dipertanyakan. Proyek senilai Rp1,84 miliar ini, yang dibiayai oleh APBN, berada di bawah naungan program strategis Kementerian Pertanian (Kementan), khususnya Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian.
Hasil kontrol sosial yang dilakukan oleh awak media di lokasi proyek pada Kamis, 16 Oktober, menunjukkan bahwa tidak ada papan informasi anggaran dana yang terpasang di empat titik pekerjaan irigasi. Ketiadaan papan nama ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan menghambat pengawasan masyarakat terhadap penggunaan dana APBN.
Selain masalah transparansi, kualitas pengerjaan proyek juga ditemukan cacat material. Tim awak media dapat memegang dan merasakan langsung adukan campuran pasir dan semen yang digunakan, yang sangat rapuh dan gampang lebur saat diremas menggunakan tangan. Kondisi ini secara kuat menduga adanya kekurangan takaran semen yang signifikan dalam adukan. Konstruksi pemasangan batu belah juga terlihat dilakukan tanpa dasaran yang memadai dan dalam kondisi terendam luapan air, yang dapat mengurangi kekuatan bangunan secara drastis.
Mengingat temuan fakta yang mengkhawatirkan ini, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementan diminta segera bertindak dengan melakukan :
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Sidak Tuntas dan Audit Material : Menurunkan Tim Teknis Pengawasan dari pusat untuk melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) dan audit mutu material.
2. Pengujian Rasio Campuran Semen : Melakukan pengujian rasio campuran semen untuk membuktikan dugaan kekurangan takaran.
3. Tindakan Administratif dan Hukum : Mengevaluasi kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap selaku pengawas lapangan dan menindak tegas pelaksana proyek yang mengabaikan standar konstruksi dan kewajiban KIP.
Dengan tindakan tegas ini, diharapkan proyek irigasi dapat diselesaikan dengan kualitas yang baik dan tidak menimbulkan kerugian negara yang lebih besar.(Tim)


































