Kutacane | Brekingnews/agaranews.com.online — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keindahan dan kenyamanan infrastruktur daerah. Petugas lapangan dikerahkan untuk membersihkan rumput liar yang tumbuh di sepanjang sejumlah ruas jalan utama di beberapa kecamatan di Bumi Sepakat Segenap.
Langkah ini menjadi bagian dari kegiatan rutin pemeliharaan jalan, mengingat keberadaan rumput liar di bahu jalan mulai mengganggu kenyamanan bahkan keselamatan pengguna jalan.
> “Pembersihan ini kita lakukan karena kondisi rumput sudah cukup mengganggu pandangan dan mempersempit ruang gerak di bahu jalan. Kami ingin memastikan jalan tetap aman, bersih, dan nyaman dilalui masyarakat,”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
ujar PPTK Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Agara, Sujarno, ST, mewakili Kadis PUPR Sadli, ST, kepada Jejakperistiwa.online, Minggu (19/10/2025) pagi menjelang siang.
Sujarno menjelaskan, kegiatan pembabatan rumput liar telah dimulai sejak Sabtu (18/10/2025) dengan menyasar Kecamatan Babussalam dan Kecamatan Lawe Alas sebagai titik awal. Setelah kedua wilayah tersebut selesai, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke sejumlah kecamatan lain seperti Badar, Darul Hasanah, Bambel, Lawe Sigala-gala, Tanoh Alas, Babul Makmur, dan Babul Rahmah.
> “Kita fokus lebih dulu pada jalan induk kabupaten, kemudian akan dilanjutkan ke jalan lingkar kabupaten agar seluruh akses utama tetap terpelihara dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, sejumlah pengguna jalan yang melintas di kawasan Babul Rahmah dan Lawe Alas menyambut positif langkah cepat yang dilakukan oleh Dinas PUPR Agara.
> “Sudah waktunya dibersihkan, karena jalan terlihat semakin sempit akibat semak dan rumput liar yang menjorok ke badan jalan. Setelah dibersihkan, tentu kami para pengendara akan lebih aman dan nyaman,” ujar seorang warga yang ditemui di lokasi.
Pembersihan rutin seperti ini diharapkan tidak hanya menjaga keindahan jalan, tetapi juga meningkatkan keselamatan lalu lintas dan memperpanjang usia infrastruktur jalan di Aceh Tenggara. Dengan kerja nyata seperti ini, wajah kota Kutacane dan sekitarnya kian tertata rapi dan sedap dipandang mata. Ady Gegoyong


































