Kutacane // agaranews.com.onlen. Malam di Kutacane masih hangat ketika Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, SE., MM., tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sahudin, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. Tanpa seremoni, orang nomor satu di Aceh Tenggara itu langsung turun dari kendaraan dinasnya dan melangkah ke ruang penyimpanan obat-obatan rumah sakit.
Kehadirannya malam itu bukan tanpa alasan. Ditemani Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Tenggara, Kasri Selian, dan anggota DPRK Aceh Tenggara, Dian Reza Pahlevi, Bupati Fakhry ingin memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat benar-benar berjalan maksimal.
> “Kami bukan sidak, hanya ingin melihat langsung kondisi rumah sakit kita,” ujarnya sambil tersenyum, menepis dugaan bahwa kunjungan tersebut dilakukan karena adanya laporan tertentu. “Saya ingin tahu sendiri, apakah pelayanan kepada masyarakat sudah benar-benar baik.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana RSUD Sahudin yang biasanya lengang di malam hari mendadak ramai. Beberapa perawat dan petugas jaga tampak kaget sekaligus senang melihat kehadiran Bupati yang datang tanpa pemberitahuan. Fakhry terlihat berbincang hangat dengan mereka, menanyakan kondisi pasien dan ketersediaan obat-obatan.
Di ruang penyimpanan obat, Plt Sekretaris RSUD Sahudin, Hermansyah, menjelaskan kondisi stok obat di rumah sakit.
> “Obat-obatan sebagian besar sudah lengkap, Pak Bupati. Hanya obat jiwa yang belum tersedia. Insyaallah minggu ini datang, karena pemesanannya harus melalui tempat khusus,” jelas Hermansyah.
Fakhry mendengarkan dengan serius, sesekali mengangguk. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau kebutuhan rumah sakit agar pelayanan kesehatan tidak terhambat.
> “Rumah sakit adalah ujung tombak pelayanan publik. Kalau di sini bagus, masyarakat pasti merasa terlayani dengan baik,” tegasnya.
Selain memeriksa obat, Bupati juga menyoroti kondisi penerangan di beberapa bagian rumah sakit yang terlihat redup. Ia meminta pihak rumah sakit segera memperbaikinya dan menghubungi PLN untuk membantu penanganan.
Tak lama berselang, pihak PLN Kutacane tiba di lokasi dan langsung menerima arahan dari Bupati. Fakhry menjelaskan titik-titik yang harus segera diperbaiki agar area pelayanan, termasuk ruang IGD dan halaman utama, lebih terang dan aman bagi pasien serta tenaga medis.
> “Saya minta malam ini dilakukan pengecekan, jangan sampai ada area gelap. Rumah sakit harus terang dan nyaman. Minggu depan saya akan datang lagi untuk memastikan semuanya sudah beres,” tegas Bupati Fakhry kepada pihak PLN dan manajemen RSUD Sahudin.
Kunjungan malam itu berlangsung akrab namun penuh ketegasan. Sejumlah pasien dan keluarga yang berada di rumah sakit tampak kagum melihat kesigapan Bupati yang turun langsung hingga larut malam.
Langkah Bupati Fakhry ini menjadi bukti nyata kepemimpinan yang peduli. Ia tidak hanya memantau dari jauh, tetapi turun ke lapangan, mendengar keluhan, dan menindaklanjuti persoalan secara langsung demi pelayanan kesehatan yang lebih baik di Aceh Tenggara.


































