Kutacane – agaranews.comonline// Upaya mewujudkan Aceh Tenggara yang bersih, tertata, dan ramah lingkungan kembali memasuki tahap penting. Tim Penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI masih terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya, menilai, mencatat, hingga menguji keseriusan daerah ini dalam pengelolaan lingkungan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tenggara yang dipimpin Ahmad Yani, SH, MM terlihat sigap dan terus mendampingi langsung tim penilai, yakni I Komang Krisnawan Gapar dan Tati Suharti dari Direktorat PDLKWS Deputi I KLHK.
Tanpa jeda, peninjauan pada Sabtu, 22 November 2025 menyasar beberapa titik penting, di antaranya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kantor Camat Lawe Sigala-gala
Area Lapangan Terbang Alas LeuserPesantren Darul Amin
Bank Sampah Desa Kute Lang-Lang Kecamatan Bambel
Kawasan Pajak Pagi Kutacane
Suasana penilaian tampak tegang namun penuh harapan. Di beberapa lokasi, tim terlihat mengamati detail kecil seperti pemilahan sampah, fasilitas kebersihan, hingga kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Sementara itu, petugas DLH berada di garis depan, memastikan setiap informasi tersampaikan dengan baik.
Menurut Kepala DLH, proses ini bukan sekadar mengejar predikat Adipura, namun lebih pada membangun budaya bersih yang berkelanjutan.

> “Adipura hanya simbol. Yang terpenting adalah perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat. Jika lingkungan bersih menjadi budaya, penghargaan akan datang dengan sendirinya,” ujar Ahmad Yani kepada media.
Dirinya juga menegaskan bahwa evaluasi ini sekaligus menjadi cermin sejauh mana komitmen dan kerjasama antar instansi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Penilaian masih berlanjut. Sejumlah lokasi lain dijadwalkan akan ditinjau hingga hari-hari berikutnya.

Aceh Tenggara kini berada di persimpangan: tetap konsisten menjaga lingkungan atau kembali pada pola lama yang abai. Semua mata tertuju — dan Tim Adipura mencatat setiap bukti. Ady Gegoyong

































