Dairi, AgaraNews .com // Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir memicu kemacetan parah di wilayah Tigalingga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Pada Selasa, 2 Desember 2025, antrean panjang kendaraan memadati sekitar SPBU Tigalingga di Desa Lau Bagot, Kecamatan Tigalingga. Kondisi itu membuat arus lalu lintas tersendat hingga beberapa kilometer. Merespons situasi tersebut, Babinsa Koramil 04/Tigalingga, Kodim 0206/Dairi, Serma Imanuel Ginting, turun langsung ke lapangan untuk membantu petugas SPBU dan aparat setempat mengurai kemacetan.
Pantauan di lokasi menunjukkan, ratusan kendaraan roda dua dan roda empat berbaris menunggu giliran mendapatkan pasokan BBM. Antrean mengular hingga ruas jalan utama Tigalingga, serta memicu perilaku nekat sejumlah pengendara yang mengambil jalur kanan dan melawan arus demi mempercepat giliran. Kondisi ini tidak hanya memperburuk kemacetan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lain yang melintas di kawasan tersebut.
Serma Imanuel Ginting menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. “Kami memastikan antrean berjalan tertib, lalu lintas lancar, dan mencegah adanya penyalahgunaan BBM,” ujarnya di sela-sela pengaturan lalu lintas. Babinsa membuat jalur antre terstruktur, memberikan imbauan langsung kepada pengemudi, serta mengatur pembagian jalur bagi kendaraan yang tidak ikut antre agar mobilitas publik tetap terjaga.
Menurut penanggung jawab operasional SPBU Tigalingga, kelangkaan BBM disebabkan keterlambatan pengiriman dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menimbulkan kepanikan massal di kalangan pengguna kendaraan, terutama masyarakat yang bergantung pada BBM untuk aktivitas ekonomi. “Begitu pasokan tiba, semua warga langsung menyerbu SPBU,” ungkap salah satu sumber internal yang enggan disebutkan namanya. Situasi ini praktis menciptakan antrean panjang yang sulit dihindari karena warga khawatir kembali menghadapi kekosongan bahan bakar.
Menanggapi kondisi tersebut, Danramil 04/Tigalingga, Kapten Czi Enjar Berutu menegaskan bahwa kehadiran aparat di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab teritorial dalam menjaga stabilitas sosial. “Setiap gangguan sosial yang berpotensi menciptakan keresahan masyarakat harus segera kita respon. Kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar situasi tetap kondusif,” tegasnya. Ia berharap seluruh pihak tetap tenang dan menaati aturan demi kelancaran distribusi BBM serta keamanan bersama. ( Lia Hambali)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
(Prajurit Pena)

































