Kutacane | agaranews com// Di saat warga masih berjibaku dengan sisa lumpur dan material longsor pascabanjir, ratusan pemuda Aceh Tenggara bergerak cepat.
Mereka yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Agara turun langsung ke desa-desa terdampak banjir di Kecamatan Ketambe, Sabtu (27/12/2025), membawa semangat gotong royong dan kepedulian kemanusiaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa banyak seremoni, para relawan menyusuri rumah warga, pekarangan, hingga badan jalan yang masih tertutup lumpur tebal. Dengan peralatan seadanya, mereka membersihkan sisa material banjir yang selama ini menjadi beban warga dalam memulai kembali kehidupan pascabencana.
Koordinator Gerakan Pemuda Relawan, Feri, mengatakan bahwa aksi bakti sosial ini lahir dari rasa empati dan kepedulian pemuda terhadap penderitaan masyarakat Ketambe.
“Kami tidak bisa hanya diam melihat kondisi saudara-saudara kami yang terdampak banjir. Sebagai pemuda Aceh Tenggara, kami merasa terpanggil untuk turun langsung membantu,” ujar Feri.
“Kegiatan bakti sosial ini berlangsung selama dua hari. Fokus utama kami adalah membersihkan lumpur dan material longsor yang masih menumpuk di rumah warga, pekarangan, dan akses jalan,” jelasnya.
Sebanyak delapan desa di Kecamatan Ketambe menjadi sasaran utama kegiatan ini, karena mengalami dampak terparah akibat banjir dan longsor, yakni Lawe Aunan, Leuser, Lak-Lak, Simpur Jaya, Penungkunen, Rumah Bundar, Jati Sara, dan Lawe Penanggalan.
Untuk mempercepat proses pembersihan, relawan menggunakan cangkul, sekop, dan beko sorong, serta didukung tiga unit kendaraan roda empat dari Pemda Aceh Tenggara guna mengangkut material lumpur dan puing.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Aceh Tenggara dan para donatur yang telah membantu kegiatan ini.
Semoga upaya kecil ini bisa sedikit meringankan beban warga terdampak banjir,” kata Feri.
Aksi kemanusiaan ini juga mendapat dukungan dari unsur legislatif. Wakil Ketua I DPRK Aceh Tenggara, Gegoh Mustawa Madya, bersama anggota DPRK Mirza Al Mahbubi, turut hadir dan menyaksikan langsung kegiatan bakti sosial tersebut.
“Ini bukti bahwa kepedulian pemuda masih sangat kuat. Sebagai wakil rakyat, kami mendukung penuh kegiatan ini karena benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Gegoh Mustawa Madya.
Ia juga mengungkapkan bahwa di balik semangat gotong royong, masih banyak kebutuhan mendesak yang dirasakan warga pengungsi, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
“Warga mengeluhkan minimnya peralatan dapur seperti kompor gas, piring, sendok, dan perlengkapan lainnya. Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada pemerintah dalam rapat DPRK berikutnya,” pungkasnya.
Aksi Aliansi Pemuda Peduli Agara ini menjadi bukti bahwa di tengah bencana, solidaritas dan kepedulian pemuda masih menjadi kekuatan utama dalam membantu masyarakat bangkit kembali.
(Sopian Selian)

































