Nias.Agaranews.com // Pemerintah Desa (Pemdes) Lasara Siwalubanua, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias, melaksanakan panen perdana jagung pipil program ketahanan pangan Tahun Anggaran 2025. Panen dilakukan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Selasa (10/01/2026).
Kegiatan panen tersebut turut dihadiri Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ma’u, Pendamping Lokal Desa (PLD), serta sejumlah masyarakat Desa Lasara Siwalubanua. Lokasi penanaman jagung pipil berada di Wilayah IV Desa Lasara Siwalubanua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyuluh Pertanian Kecamatan Ma’u, Yulizaro Zendrato, mengatakan panen ini merupakan panen perdana jagung pipil dalam rangka mendukung program ketahanan pangan desa tahun anggaran 2025.
“Benar, hari ini kita menyaksikan langsung panen perdana jagung pipil ketahanan pangan di Desa Lasara Siwalubanua,” ujar Yulizaro kepada wartawan.
Ia mengakui selama proses penanaman hingga panen terdapat sejumlah kendala, mulai dari pemeliharaan, pemupukan, hingga teknis panen. Kendala tersebut, kata dia, menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan hasil di masa mendatang.
“Masih banyak kekurangan yang perlu kita perbaiki. Ini menjadi pembelajaran agar ke depan hasilnya bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TPK Sotiaman Waruwu mengatakan pihaknya telah berupaya maksimal dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, meski hasil panen belum sepenuhnya memuaskan.
“Kami menyadari ini adalah pengalaman pertama melaksanakan penanaman jagung pipil dalam skala ketahanan pangan desa. Ke depan, kami akan lebih giat dan maksimal,” kata Sotiaman.
Ia menyebutkan hasil panen perdana jagung pipil tersebut mencapai sekitar 3,5 ton.
Kepala Desa Lasara Siwalubanua bersama Ketua BPD menyampaikan apresiasi kepada TPK atas kerja keras yang telah dilakukan hingga tahap panen. Meski hasil belum optimal, upaya dan komitmen pelaksana kegiatan tetap dihargai.
“Kami berharap ke depan seluruh pelaksanaan kegiatan pertanian desa tetap mengikuti petunjuk teknis dari BPP, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, agar hasil yang diperoleh semakin maksimal,” ujar Kepala Desa. (Penulis : Dika )

































