Diduga Milyaran Rupiah Berputar, Kasus Mafia Tanah Koruptor Perkebunan Muba Terkatung-katung : Sebuah Kegagalan Penegakan Hukum,..???

LIA HAMBALI

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 00:42 WIB

5090 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Musi Banyuasin, AgaraNews.com //.Kasus Mafia Tanah Koruptor Perkebunan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, terkesan terkatung-katung dan tidak kunjung tuntas. Perkara yang telah berjalan selama dua tahun ini diduga melibatkan oknum pejabat dan perusahaan perkebunan PT Guthrie Pecconinna Indonesia (GPI), serta KUD Muda Rasan Jaya yang mengelola lahan kebun masyarakat.

Penyidikan yang dilakukan oleh Kejari Muba telah mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan dari pihak-pihak terkait, termasuk perangkat desa, pejabat kecamatan, dan perusahaan perkebunan. Namun, penanganan perkara ini terkesan lambat dan tidak transparan. Masyarakat dan penggiat anti-korupsi telah beberapa kali melakukan aksi demo dan koordinasi dengan Kejari Muba dan Kejati Sumsel, namun belum ada hasil yang signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menuding bahwa ada upaya untuk menghambat penanganan perkara ini, bahkan ada indikasi penyuapan dan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) yang dikeluarkan oleh mantan Kejari Muba, Roy Riady. Hal ini membuat masyarakat semakin frustrasi dan kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum di daerah.

“Kasus ini jelas terang benderang, tapi kenapa tidak kunjung tuntas?” kata seorang penggiat anti-korupsi. “Apakah ada yang bermain di balik kasus ini? Apakah ada yang ingin melindungi oknum-oknum pejabat yang terlibat?”

Kejari Muba dan Kejati Sumsel telah berjanji untuk menuntaskan perkara ini, namun masyarakat masih menunggu tindakan konkret. Mereka berharap agar Presiden, Menteri, dan lembaga terkait dapat turun tangan dan memastikan penanganan perkara ini berjalan dengan adil dan transparan.

Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas penegakan hukum di Indonesia. Apakah kita akan terus membiarkan kasus-kasus seperti ini terjadi dan tidak tuntas? Atau kita akan mengambil tindakan tegas untuk memberantas korupsi dan mafia tanah?

Masyarakat menuntut keadilan dan transparansi dalam penanganan kasus ini. Mereka berharap agar semua pihak yang terlibat dapat diadili dan dihukum sesuai dengan undang-undang.(Lia Hambali)

Berita Terkait

Penggunaan Dana Desa Bambel Gabungan 2025 Terindikasi Korupsi
BABINSA BERSAMA WARGA MELAKSANAKAN KOMSOS DIDESA DIWILAYAH TRIPA MAKMUR
Kodim 0116/Nagan Raya Kerahkan Personel TNI, Laksanakan Penimbunan Jembatan Aramco
Babinsa Koramil 04 Beutong laksanakan komunikasi sosial dengan masyarakat di desa Meunasah Dayah Kecamatan Beutong
PERERAT SILATURAHMI, BABINSA KORAMIL 05/DARUL MAKMUR LAKUKAN KOMSOS DENGAN WARGA BINAAN
Anggota Koramil 01/Kuala Laksanakan Patroli ke Obyek Vital, Pastikan Keamanan Wilayah
Percepat Pembangunan KDKMP Babinsa Koramil 02/Seunagan Bantu Pengerjaan Di Lapangan Di Desa Binaan
TMMD 128 Langkat : Jalan Baru, Harapan Baru dari Pasar Rawa LANGKAT

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:33 WIB

Penggunaan Dana Desa Bambel Gabungan 2025 Terindikasi Korupsi

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:28 WIB

BABINSA BERSAMA WARGA MELAKSANAKAN KOMSOS DIDESA DIWILAYAH TRIPA MAKMUR

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:15 WIB

Kodim 0116/Nagan Raya Kerahkan Personel TNI, Laksanakan Penimbunan Jembatan Aramco

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:53 WIB

Babinsa Koramil 04 Beutong laksanakan komunikasi sosial dengan masyarakat di desa Meunasah Dayah Kecamatan Beutong

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:50 WIB

PERERAT SILATURAHMI, BABINSA KORAMIL 05/DARUL MAKMUR LAKUKAN KOMSOS DENGAN WARGA BINAAN

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:43 WIB

Percepat Pembangunan KDKMP Babinsa Koramil 02/Seunagan Bantu Pengerjaan Di Lapangan Di Desa Binaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:32 WIB

TMMD 128 Langkat : Jalan Baru, Harapan Baru dari Pasar Rawa LANGKAT

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:31 WIB

Komsos Babinsa tujuan menciptakan kedekatan bersama warga binaan

Berita Terbaru

HEADLINE

Penggunaan Dana Desa Bambel Gabungan 2025 Terindikasi Korupsi

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:33 WIB